FOXBOROUGH, KOMPAS.TV - Maroko akhirnya tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai dikalahkan Prancis pada babak 16 besar dengan skor 0-2 di Gillette Stadium, Jumat (10/7/2026) pagi WIB.
Pada laga tersebut, Maroko terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Puncaknya di babak kedua, mereka kebobolan lewat gol Kylian Mbappe di menit ke-60 dan Ousmane Dembele (66).
Baca Juga: Kata Deschamps usai Bawa Prancis ke Semifinal Piala Dunia 2026, Apa Rahasia Kemenangannya?
Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi mengungkapkan kesenjangan antara timnya dengan Prancis cukup besar.
“Mereka akhirnya berada di zona nyaman. Saya sempat ingin melakukan pergantian pemain bahkan sejak babak pertama, namun saya memutuskan untuk menundanya,” tuturnya dikutip dari The Guardian.
“Kami lebih memegang kendali di awal babak kedua dan saya ingin melihat bagaimana reaksi Prancis seandainya mereka belum mencetak gol.”
Ia pun tak bisa memungkiri Prancis merupakan tim hebat yang memiliki pemain-pemain luar biasa.
“Mereka memiliki penyerang yang sangat berbakat, dan punya daya jelajah tinggi. Mereka tidak mudah frustasi dan memiliki tekad kuat untuk melangkah jauh. Mereka sudah lama memiliki tim yang hebat,” ucapnya.
“Mereka telah tampil di dua final Piala Dunia terakhir. Mereka memiliki banyak talenta serta pemain yang mau bekerja keras di lapangan. Mereka adalah tim yang sangat solid dan sangat piawai dalam situasi transisi permainan.”
Maroko gagal mengulangi keberhasilan di Piala Dunia 2022 saat mereka mencapai semifinal.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : The Guardian
- maroko
- mohamed ouahbi
- piala dunia 2026
- prancis





