IHSG Dibuka Menguat ke 5.963, Saham BBCA, BBRI dan BRPT Melaju di Zona Hijau

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (10/7/2026). IHSG dibuka menguat terdorong saham-saham seperti BBCA, BBRI, dan BRPT. 

Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka di posisi 5.963,83 atau menguat 0,38% setelah pembukaan.

Tercatat, 338 saham menguat, 139 saham melemah, dan 193 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau naik menjadi Rp10.394 triliun.

Saham BBCA naik 0,81% ke level Rp6.250, saham BBRI menguat 0,36% ke level Rp2.790, dan saham BRPT naik 1,25% ke level Rp1.620 per saham.

Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan dari global, Indeks di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Kenaikan indeks dipicu oleh menguatnya saham semikonduktor dan koreksi harga minyak mentah. 

Saham-saham perusahaan chip melanjutkan pemulihan di tengah beberapa perkembangan di sektor teknologi. Menjelang earning season kuartal II/2026, investor tetap fokus pada pengeluaran terkait AI dan  memiliki rentang perhatian yang sangat pendek ketika menyangkut politik dan gejolak geopolitik. 

Baca Juga

  • IHSG Menguat, Asing Pilih Borong Saham Nikel dan Perbankan
  • IHSG Ditutup Menguat, Saham DEWA, BRPT, ESSA Melaju
  • Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Kamis 9 Juli 2026

Namun, terdapat beberapa dampak dari ketegangan geopolitik terhadap pasar, seperti tekanan inflasi yang kembali meningkat akibat kenaikan harga minyak, indikasi konsumen yang lebih berhati-hati, dan pasar tenaga kerja yang rentan dapat mengubah ekspektasi pertumbuhan.

Dari dalam negeri, sentimen datang dari data penjualan sepeda motor yang tumbuh 1,1% YoY. 

Sementara itu penjualan ritel turun 3,9% di Mei 2026, setelah turun 3,7% YoY di April 2026 (9/7/2026). Pelemahan  ini merupakan penurunan selama dua bulan berturut-turut dan koreksi tahunan terdalam sejak Mei 2023. 

Hal ini mengindikasikan melemahnya belanja konsumen di tengah meningkatnya inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar non subsidi dan harga makanan. 

Penurunan penjualan terjadi pada produk makanan, minuman dan tembakau, pakaian, peralatan rumah tangga, serta penjualan peralatan informasi dan komunikasi. Secara bulanan, penjualan ritel turun 1,5% MoM di Mei 2026, setelah mengalami penurunan tajam sebesar 11,6% MoM di April 2026. 

_____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cegah Tumpang Tindih Aturan, MPR Minta Harmonisasi Regulasi Daerah Diperkuat
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia
• 12 jam lalueranasional.com
thumb
Bambang Soesatyo Sebut Reformasi KUHP Perkuat Akuntabilitas Dunia Usaha
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Gemas! Putri Kecil Rossa, Raina Ternyata Akrab dengan Yoyo Padi hingga Cium Pipi Bak Ayah dan Anak
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Toyota Buka Pendaftaran Magang untuk Mahasiswa D3-S1, Cek Jadwal dan Persyaratannya
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.