HARIAN.FAJAR.CO.ID, LOS ANGELES—Spanyol akan menghadapi Belgia di babak delapan besar Piala Dunia 2026, dini hari nanti. Ketangguhan pertahanan Spanyol sekali lagi akan diuji di SoFi Stadium, Inglewood.
La Roja menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan di Piala Dunia Amerika Utara ini. Sukses menjaga gawang mereka tetap perawan membuat Spanyol kini mencatatkan rekor enam clean sheet berturut-turut di Piala Dunia.
Rekor tersebut mencakup lebih dari 10 jam pertandingan. Terbaru, mereka sukses membuat frustrasi Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan saat Spanyol menang 1-0 atas Portugal berkat gol Mikel Merino di menit 90+1.
Makanya, meski perempat final jarang menjadi tempat yang menyenangkan bagi Spanyol di mana sebelumnya mereka hanya lolos dua kali, Tim Matador kini menyongsong laga dengan penuh keyakinan.
Apalagi, selain penampilan kompak mereka di Piala Dunia 2026 ini, bersama Luis De La Fuente, sang juara Eropa juga telah lolos dari keenam pertandingan babak gugur utama hingga saat ini.
Tidak hanya itu, sejarah pertemuan dengan Setan Merah juga sangat mendukung ambisi La Roja. Mereka telah memenangkan sembilan dari 11 pertemuan terakhir kedua negara, sejak menderita kekalahan di Euro 1980.
Luis de la Fuente juga sudah meyakinkan penggemar Spanyol bahwa mereka akan terus menunjukkan kinerja baik. “Kami senang bisa lolos ke perempat final dan kami akan memberikan yang terbaik hingga akhir,” kata sang pelatih di Diario AS.
De la Fuente menegaskan, tidak ada yang bisa meragukan kemampuan anak asuhnya. “Kami memiliki kualitas untuk membuat lawan kami memandang kami sebagai tim yang harus dikalahkan,” tegasnya.
Dani Olmo menggemakan pujian pelatihnya. Menurutnya, Spanyol adalah tim yang kompak di mana semua orang menyerang dan bertahan bersama-sama. Itu kata dia menjadi kunci gawang La Roja tetap perawan sejak fase grup.
“Lini pertahanan sangat spektakuler, ini adalah tonggak sejarah. Kami senang untuk (kiper) Unai (Simon). Jika kami menjaga gawang tetap bersih, kami semakin dekat untuk menang,” ujarnya dikutip dari France24.
Berhasil menghajar tuan rumah Amerika Serikat dengan skor 4-1 di babak 16 besar, Belgia jelas tidak bisa diremehkan. Setan Merah yang memulai turnamen dengan mengecewakan, dalam tiga laga terakhir terlihat sangat berbahaya.
Di tiga laga tersebut, mereka total mencetak 12 gol. Daya ledak Romelu Lukaku Cs tentu bisa menjadi perusak rekor tanpa kebobolan Spanyol jika mereka berani memandang enteng anak asuh Rudi Garcia.
Selain itu, Belgia sudah punya pengalaman menyingkirkan Spanyol di fase ini. Setan Merah mengalahkan La Roja di babak ini pada tahun 1986 dan Brasil pada tahun 2018, diapit oleh kekalahan dari Argentina pada tahun 2014.
“Secara pribadi, saya senang kami akan bermain melawan Spanyol. Mencapai perempat final adalah pencapaian yang bagus, tetapi kami ingin melangkah lebih jauh. Itulah ambisi kami,” kata Rudi Garcia dikutip dari Xinhua.
Amadou Onana menderita cedera ACL saat menghadapi AS dan posisinya akan diisi Hans Vanaken atau Nicolas Raskin. Belgia juga dipastikan masih tanpa Zeno Debast karena cedera kaki sehingga lini belakang mereka kemungkinan akan tetap sama.
Pelatih Rudi Garcia membuat kejutan dengan mencadangkan Kevin De Bruyne, Jeremy Doku, dan Romelu Lukaku menghadapi AS. Namun, keputusannya sangat tepat dengan Charles De Ketelaere mencetak dua gol.
Lukaku yang mencetak gol ketiga Belgia di laga itu kemungkinan besar akan tetap di bench. Sementara De Bruyne diprediksi akan kembali menjadi starter untuk mengatur serangan.
Sedangkan Spanyol, De La Fuente masih belum bisa menurunkan Nico Williams yang belum sepenuhnya pulih dari cedera otot adductor. Namun, pasangannya di posisi sayap, Lamine Yamal sudah kembali ke kondisi terbaik.
Tanpa ada masalah baru, Spanyol kemungkinan besar tidak akan banyak mengubah susunan pemainnya. Mungkin kejutan yang bisa ditunggu adalah Marcos Llorente, Fabian Ruiz, atau Merino masuk ke dalam starting XI.
Spanyol dan Belgia telah bertemu dua kali sebelumnya di Piala Dunia dengan hasil imbang satu kemenangan untuk masing-masing tim. Pertemuan pertama terjadi di perempat final 1986, ketika Belgia menang adu penalti.
Jan Ceulemans membawa Belgia unggul sebelum Juan Senor menyamakan kedudukan lima menit sebelum waktu berakhir untuk memaksa perpanjangan waktu dan kemudian adu penalti. Belgia menang 5-4 di babak adu tos-tosan dengan Leo Van der Elst mencetak gol penentu yang membawa timnya ke semifinal.
Mereka bertemu lagi empat tahun kemudian di babak penyisihan grup Piala Dunia 1990 Italia. Spanyol membalas kekalahan dengan kemenangan 2-1 berkat bek Alberto Gorriz setelah Michel membuka skor dari titik penalti yang dibalas Belgia lewat gol Patrick Vervoort. (amr)
Prakiraan pemain
Spanyol (4-2-3-1): Simon; Porro, Cubarsi, Laporte, Cucurella; Rodri, Pedri; Yamal, Olmo, Baena; Oyarzabal
Belgia (4-2-3-1): Courtois; Castagne, Ngoy, Mechele, De Cuyper; Vanaken, Tielemans; Lukebakio, De Bruyne, Trossard; De Ketelaere




