Bisnis.com, JAKARTA — Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) periode 2016-2019, Enggartiasto Lukita mengenang sosok Rachmat Gobel yang dinilai memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.
Menurutnya, Rachmat Gobel merupakan sosok yang pandai bergaul semasa hidupnya dan beradaptasi dengan di lingkungan politik.
"Adaptasi pada lingkungan sangat baik, bahkan sempat menjadi pimpinan dewan. Almarhum dikenal sebagai orang yang humble, baik, dan bahkan dalam candaannya di dunia politik, dia dianggap 'terlalu baik' karena sangat santun dan sangat akomodatif," kata Enggartiasto saat Takziah di rumah duka, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).
Dia menambahkan bahwa Rachmat Gobel juga telah berkontribusi terhadap perekonomian negara semasa menjabat sebagai Menteri Perdagangan periode 2014-2015.
Hal ini tidak lepas dari latar belakangnya sebagai pengusaha dan memiliki relasi luas dengan para wirausaha dalam negeri maupun luar negeri.
"Kontribusi almarhum dengan latar belakang pengusaha memberikan dampak besar pada masalah perekonomian dan dunia usaha. Banyak hal yang beliau lakukan berbekal pengalaman dan jam terbangnya, begitu pula saat beliau menjabat di (Kementerian) Perdagangan," tuturnya.
Baca Juga
- Ketum NasDem Surya Paloh Layaknya Kehilangan Adik atas Wafatnya Rachmat Gobel
- Suasana Rumah Duka Rachmat Gobel, Ketum Partai NasDem Takziah
- Jejak Panjang Rachmat Gobel di Dunia Bisnis dan Pemerintahan
Secara pribadi, dia mengatakan kerap bertukar pikiran dengan Rachmat Gobel. Menurut Enggartiasto, Rachmat Gobel mengaku 'dijerumuskan' oleh dirinya untuk masuk ke dunia politik.
Sebab, dirinya telah lama menjalin hubungan dengan Rachmat Gobel sejak menjadi pengusaha.
"Karena kami sudah berkawan sejak sama-sama menjadi pengusaha. Jadi beliau sering menyampaikan hal itu, tapi saya juga membalas bahwa beliau pun akhirnya menikmati peran tersebut," tandasnya.
Dia pun meminta kepada publik agar mendoakan Rachmat Gobel dapat diterima disisi-Nya.
Diberitakan sebelumnya, pengusaha sekaligus politikus Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) dini hari. Politikus Partai NasDem ini menghebuskan nafas terakhir di RS Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan pukul 03.20 WIB.
Rachmat Gobel lebih dulu disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jakarta Selatan dan rencananya dimakamkan di Gorontalo.
"Jenazah akan disemayamkan di rumah duka Jl. Supomo No.53A, Jakarta Selatan. Proses pemakaman akan dilaksanakan di Gorontalo (informasi lebih lanjut menyusul)," demikian pernyataan keluarga.
Rachmat Gobel dikenal sebagai salah satu tokoh industri nasional yang berhasil membawa Gobel Group berkembang sekaligus aktif mengabdi di pemerintahan dan dunia politik.
Rachmat Gobel lahir di Jakarta pada 3 September 1962. Dia merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara, putra mendiang Thayeb Mohammad Gobel, pendiri Gobel Group.
Pendidikan tinggi ditempuhnya di Universitas Chuo, Tokyo, Jepang, dengan mengambil jurusan Ilmu Perdagangan Internasional dan lulus pada 1987. Pada 2002, dia menerima gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Tokushoku, Tokyo, Jepang.
Sebagian besar karier profesional Rachmat Gobel dibangun di Gobel Group. Dia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Panasonic Gobel Group, yang sebelumnya bernama PT Gobel International.
Di bawah kepemimpinannya, perusahaan memperluas bisnis manufaktur elektronik sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan Panasonic Corporation asal Jepang.
Selain memimpin perusahaan keluarga, Rachmat Gobel aktif di berbagai organisasi dunia usaha. Dia pernah dipercaya sebagai Ketua Kadin Bidang Industri Logam, Mesin, Kimia, dan Elektronika, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri, Teknologi, dan Maritim, Ketua Gabungan Elektronik (Gabel), serta Ketua Dewan Pelindung Komite Ekonomi Jepang-Indonesia (IJEC).
Namanya juga dikenal di berbagai organisasi sosial dan budaya, di antaranya sebagai Ketua Eksekutif Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), Ketua Perhimpunan Alumni dari Jepang (Persada), Pelindung Yayasan Matsushita Gobel, serta Pelindung Yayasan Anugerah Musik Indonesia.
Atas kontribusinya terhadap pengembangan industri nasional, Rachmat Gobel memperoleh gelar Perekayasa Utama Kehormatan Bidang Teknologi Manufaktur dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Pengalamannya di dunia usaha kemudian membawanya masuk ke pemerintahan. Presiden Joko Widodo menunjuk Rachmat Gobel sebagai Menteri Perdagangan pada awal Kabinet Kerja periode 2014–2019. Dia dilantik pada Oktober 2014 menggantikan Muhammad Lutfi dan menjabat hingga 2015.
Usai tidak lagi menjadi menteri, Rachmat Gobel terjun ke dunia politik. Pada 2016, dia resmi bergabung dengan Partai NasDem sebagai anggota Dewan Pertimbangan setelah diumumkan langsung oleh Ketua Umum Surya Paloh di Gorontalo.
Karier politiknya berlanjut sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Gorontalo. Dalam masa pengabdiannya di parlemen, dia aktif menyuarakan pengembangan kawasan timur Indonesia, penguatan industri nasional, perdagangan, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepergian Rachmat Gobel menjadi kehilangan bagi dunia usaha dan politik Indonesia. Selama lebih dari tiga dekade, dia dikenal sebagai sosok yang menjembatani dunia industri, pemerintahan, dan politik melalui kiprahnya membangun Gobel Group, mengemban amanah sebagai menteri, hingga menjadi wakil rakyat di DPR RI.





