REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT RANS Entertainment Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/7). Perseroan menjadi perusahaan tercatat ke-7 di BEI sepanjang 2026 dengan kode saham RANS.
Direktur Utama RANS Entertainment Indonesia Nagita Slavina menilai pencatatan saham tersebut menjadi bukti bahwa industri hiburan kini tidak lagi sekadar menghasilkan konten, tetapi telah berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional.
Baca Juga
Saham Raffi Ahmad RANS Tercatat di Bursa, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis
Sudah Terbentuk 30 Ribu Koperasi Merah Putih, Target 40 Ribu Rampung Tahun Ini
Suryo Paloh: Kepergian Rachmat Gobel Mendadak, Beberapa Waklu Lalu Terlihat Segar
“Kreativitas adalah modal, kreativitas adalah aset, dan kreativitas dapat menjadi perusahaan publik yang dipercaya masyarakat Indonesia,” ujar Nagita saat seremoni pencatatan saham perdana RANS di BEI, Jumat (10/7/2026).
Nagita mengatakan industri hiburan kini telah berkembang jauh melampaui fungsi utamanya sebagai penyedia tontonan. Menurut dia, sektor tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan pelaku UMKM, hingga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, transportasi, dan ekonomi daerah.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Entertainment bukan lagi sekadar konsumsi. Entertainment telah menjadi infrastruktur ekonomi terbaru,” katanya.
Ia mencontohkan sebuah film tidak hanya menghasilkan pendapatan dari penjualan tiket, tetapi juga menggerakkan hotel, restoran, hingga destinasi wisata. Demikian pula konser musik yang mendorong aktivitas transportasi, perdagangan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sementara karakter animasi dapat berkembang menjadi produk berlisensi hingga destinasi wisata.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Saidu Solihin mengatakan pencatatan saham RANS menjadi awal tanggung jawab baru sebagai perusahaan terbuka. Menurut dia, perseroan dituntut menjaga tata kelola perusahaan, kepatuhan, serta keterbukaan informasi kepada publik.