Program ini melengkapi kebijakan garansi seumur hidup yang sebelumnya diumumkan sekaligus menjadi standar baru bagi seluruh platform mobil listrik penumpang Chery saat ini maupun yang akan datang.
Melalui program tersebut, jenama asal China itu memastikan setiap paket baterai telah melalui proses pengujian sesuai standar regulasi terbaru di China, dikutip dari Carnewschina. Selain itu perusahaan juga menjanjikan penggantian unit kendaraan apabila terjadi kerusakan akibat thermal runaway atau kegagalan termal pada baterai yang mengakibatkan kerusakan fisik kendaraan.
Pengembangan teknologi ini merupakan hasil investasi riset dan pengembangan senilai 10 miliar yuan atau sekitar USD1,47 miliar yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Teknologi tersebut juga akan menjadi fondasi bagi model plug-in hybrid (PHEV) generasi terbaru Chery, termasuk Fulwin A9 dan Fulwin T7.
Dari sisi rekayasa struktur, baterai Rhino dirancang memiliki perlindungan tinggi terhadap benturan. Casing baterai diklaim mampu menahan benturan bawah kendaraan hingga energi 1.500 joule atau sekitar 10 kali lebih tinggi dibanding batas minimum regulasi terbaru di China. Baca Juga:
Mobil Bekas Sekelas Toyota Alphard
Pengujian pada tingkat sel baterai juga dilakukan melalui simulasi tusukan menggunakan 10 paku secara bersamaan. Dalam pengujian tersebut, baterai diklaim tidak menghasilkan asap maupun api. Selain itu, baterai juga menjalani serangkaian pengujian berupa tekanan fisik, perendaman air, hingga penetrasi paku tanpa memicu thermal runaway.
Chery juga meningkatkan kualitas produksi melalui fasilitas manufaktur dengan tingkat kebersihan tinggi. Area pelapisan sel baterai menggunakan ruang pemurnian khusus untuk meminimalkan risiko hubungan arus pendek akibat partikel debu. Proses distribusi komponen di dalam pabrik memanfaatkan jalur logistik magnetic levitation sepanjang 100 meter yang diklaim mampu mengurangi debu akibat gesekan selama proses produksi.
Selain mengembangkan baterai lithium-ion saat ini, Chery juga mulai mempersiapkan teknologi baterai solid-state. Perusahaan telah mengajukan paten terkait elektrolit solid-state berbasis sulfida yang dikembangkan untuk meningkatkan stabilitas material sekaligus mengejar target kepadatan energi hingga 600 Wh/kg pada masa mendatang.
Dalam tahap pengembangan, Chery mengungkapkan armada uji coba sebanyak 43.000 kendaraan telah menempuh jarak lebih dari 1,2 miliar kilometer tanpa mencatatkan insiden kebakaran baterai. Data tersebut menjadi dasar sebelum teknologi baterai semi-solid-state dan solid-state diproduksi secara massal. Baca Juga:
Begini Cara Jaecoo Ajak Generasi Muda Lebih Kreatif
Peluncuran standar keamanan baterai terbaru ini dilakukan di tengah penurunan penjualan domestik Chery di pasar China. Berdasarkan data China EV DataTracker, pengiriman kendaraan penumpang Chery turun dari 51.417 unit pada Juni 2025 menjadi 31.738 unit pada Mei 2026, atau mengalami penurunan sekitar 34,8 persen secara tahunan. Pangsa pasar domestiknya juga tercatat berada di kisaran 2,1 persen.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)





