Bendahara Umum DPP Partai NasDem Ahmad Sahroni mengaku terkejut rekan dan juga sahabat separtainya, Rachmat Gobel, meninggal dunia. Sahroni mengatakan Rachmat Gobel meninggal dunia karena serangan jantung.
Ia awalnya menceritakan bahwa sempat rapat bersama dengan Rachmat Gobel pada Kamis (9/7) kemarin di Fraksi NasDem sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, kata dia, Rachmat Gobel dalam kondisi sehat.
"Kaget saya, kemarin almarhum masih rapat fraksi dengan saya, siang sekitar jam 12.30, ketemu saya, salaman juga. Kemarin sehat sehat saja soalnya," kata Sahroni saat dihubungi, Jumat (10/7/2026).
Sahroni langsung bergegas melayat ke rumah duka setelah mengetahui Rachmat Gobel meninggal dunia. Ia menyebut Rachmat Gobel meninggal karena serangan jantung.
"Almarhum meninggal dunia karena serangan jantung," ucap dia.
Sosok Rachmat Gobel
Sahroni pantas mengenang sosok Rachmat Gobel. Dia mengebut almarhum merupakan mentor sekaligus sosok konglomerat yang selalu berjuang untuk rakyat.
"Pak Rachmat Gobel adalah mentor saya di dalam dunia politik. Beliau sosok pengusaha hebat, pionir industri manufaktur elektronik di Indonesia. Dengan idealismenya, beliau mengabdikan hidupnya ke politik agar bisa berkontribusi lebih luas, khususnya memajukan tanah kelahirannya Gorontalo," ujar Sahroni.
"Konglomerat yang berjuang untuk rakyat. Sosok beliau yang humble, tulus dan banyak membantu adalah inspirasi bagi banyak kader muda yang terjud ke politik," lanjut dia.
Wakil Ketua Komisi III DPR ini juga menyebut Rachmat Gobel punya kiprah luar biasa di politik dan pemerintahan
"Kiprahnya di Partai NasDem dan di dalam politik-pemerintahan juga luar biasa. Mulai dari diberi amanah menjadi Menteri Perdagangan hingga terpilih sebagai Wakil Ketua DPR RI. Beliau mengemban seluruh amanah dengan sangat baik dan patut dijadikan contoh. Kontribusi beliau luar biasa bagi negara ini," tutur Sahroni.
Terakhir, Ia menyebut Rachmat Gobel juga menginspirasi semua kader NasDem. Dia menyebut NasDem sangat kehilangan sosok Gobel.
"Semasa hidupnya, Pak Rachmat Gobel juga merupakan filantropis nasionalis yang menginspirasi. Kami di NasDem menjadi saksi kegigihan beliau untuk terus berkontribusi bagi masyarakat luas, khususnya di Gorontalo. Mulai dari pembangunan hingga membuka banyak lapangan kerja. Maka mendengar kabar ini, kita semua tentunya berduka dan merasa kehilangan," ujar Sahroni.
(maa/gbr)





