HENGZHOU, KOMPAS.TV - Ratusan ular termasuk kobra lepas dari penangkaran akibat banjir bandang yang terjadi di China, setelah badai hebat di wilayah selatan negara tersebut.
Ular-ular tersebut dilaporkan lepas dari tempat penangkaran di Hengzou, wilayah Otonom Guangxi Zhuang, yang diterjang banjir setelah hujan deras berhari-hari.
Adapun hujan deras tersebut terjadi akibat Topan Maysak, yang memicu peringatan bagi warga sekitar.
Baca Juga: Iran Hantam Pangkalan Militer AS di Teluk Persia, Ini Kata Washington
Media lokal melaporkan spesies ular yang lepas dari penangkaran termasuk ular air, ular raja tikus dan kobra.
Korban gigitan ular yang lepas itu pun mulai muncul. Salah satunya seorang penduduk desa yang digigit kobra saat membersihkan debu di lantai rumahnya.
“Ratusan ular kabur secara bersamaan. Saya melihat lima atau enam di antaranya,” kata korban tersebut dikutip dari The Guardian, Kamis (9/7/2026).
Dokter setempat yang merawat pasien gigitan ular mengatakan ia mulai merawat sejumlah warga desa sejak angin topan menghantam wilayah tersebut.
Sementara itu, media lokal China, Beijing News, melaporkan kematian seorang warga akibat gigitan ular yang kabur.
Biro manajemen darurat Hengzhou menyatakan telah menerima laporan bahwa banjir telah merusak tempat penangkaran ular. Mereka juga telah mendapatkan laporan adanya warga digigit ular yang lepas.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : The Guardian
- ular
- kobra
- banjir di china
- banjir bandang
- ratusan ular





