Profil Rachmat Gobel, Pengusaha Sekaligus Politisi yang Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun, Berikut Rekam Jejaknya

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Profil Rachmat Gobel, pengusaha sekaligus politisi yang meninggal dunia di usia 63 tahun. Berikut ini rekam jejaknya.

Pengusaha sekaligus anggota DPR RI Rachmat Gobel dikabarkan meninggal dunia di usianya yang ke-63 tahun di RS Brawijaya, Tebet pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB. Dalam unggahan di akun Instagram, keluarganya memohon doa dari masyarakat agar almarhum bisa mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

"Kami memohon doa dari Bapak/Ibu/Saudara agar Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya," tulis keluarga, dilansir dari TribunJakarta.com.

"Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan," lanjut unggahan tersebut.

Berdasarkan keterangan keluarga, Rachmat Gobel wafat meninggalkan istrinya yaitu Retno Damayanti. Selain itu, dia juga meninggalkan dua anak yakni Nurfitria Sekarwilis Kusumawardhani dan Mohammad Arif Gobel, serta cucu-cucu dan juga keluarga besarnya.

Adapun, jenazahnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Supomo Nomor 55 Jakarta Selatan. Seketraris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Hermawi Taslim mengatakan bahwa prosesi pemakanam nantinya akan dilaksanakan di Gorontalo.

Sementara itu, kepergian Rachmat Gobel ini meninggalkan duka bagi keluarga dan juga rekan-rekannya di dunia usaha maupun politik Indonesia. Salah satu tokoh politik sekaligus artis Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio diketahui ikut hadir di rumah duka.

Wakil Ketua Komisi VI DPR itu kemudian mengenang almarhum Rachmat Gobel sebagai sosok yang mendukungnya di parlemen. Selain itu, politisi satu ini juga disebut menjadi salah satu sosok yang mengajarkan Eko untuk masuk ke dunia hiburan dan komedi.

"Karena Pak Rachmat Gobel itu buat saya bukan hanya teman di parlemen ya, tetapi beliau support saya awal-awal saya di dunia entertain," ujar Eko.

"Kalau mau jadi pelawak seperti ini, menjadi entertain seperti ini, dan beliau yang ngajak saya," tambahnya.

Selanjutnya, Eko Patrio mengatakan bahwa Rachmat Gobel merupakan sosok yang dipandangnya sebagai mentor. Dia juga kerap berdiskusi dengan Rachmat Gobel terkait sejumlah isu yang tengah hangat menjadi pemberitaan.

 

"Dan saya bangga bisa bertemu dengan orang baik, Pak Rachmat orang baik. Bangga saya kenal dengan beliau dan beliau bukan kenal saya saja, tapi juga kenal istri saya, dan keluarga saya," tutur Eko.

Berikutnya, untuk profil Rachmat Gobel diketahui merupakan putra dari pasangan Thayeb Mohammad Gobel dan Annie Nento Gobel. Melansir dari Kompas.com, pria yang lahir, pada 3 September 1962 ini dikenal berasal dari keluarga yang menjadi pelopor industri elektronik nasional.

Dalam hal pendidikan, Rachmat Gobel diketahui pernah bersekolah di SD Republika Mexico Pagi, Jakarta lalu melanjutkan ke SMP Negeri 11 Jakarta. Dia kemudian menempuh studi di SMA Negeri 3 Jakarta dan setelah lulus, Rachmat Gobel berkuliah di Chou University yang ada di Tokyo, Jepang dengan mengambil bidang pemasaran dan perdagangan.

Untuk rekam jejak karier Rachmat Gobel ternyata sudah dimulainya sejak masih duduk di bangku SMP. Berdasarkan informasi yang beredar, saat itu dia sudah diperkenalkan dengan dunia kerja dengan menjadi tukang sapi di pabrik milik keluarganya.

Adapun, setelah lulus dari Chou University, dia kemudian sempat bekerja di Matsushita Group, Jepang, sebelum kembali ke Indonesia, pada 1989. Usai kembali ke Tanah Air, Rachmat lalu bergabung dengan Kelompok Usaha Gobel sebagai Asisten Presiden Direktur PT National Gobel, yang kini bernama PT Panasonic Manufacturing Indonesia.

Kariernya terus berkembang hingga dipercaya menjadi direktur, wakil presiden direktur, komisaris, dan komisaris utama di sejumlah perusahaan Panasonic-Gobel. Di bawah kekuasaanya, Kelompok Usaha Gobel mampu bertahan saat terjadi krisis ekonomi di tahun 1998.

Tak hanya aktif di dunia usaha, dia juga dikenal di dunia olahraga hingga sempat dipercaya menjadi Ketua Harian Panitia Penyelenggara SEA Games Indonesia (INASOC) pada tahun 2011. Selain itu, Rachmat Gobel juga pernah menjabat sebagai Ketua Harian Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) dan ikut mempromosikan pencak silat hingga dikenal di berbagai negara, termasuk di Eropa dan Afrika.

Setelah sukses menjadi pengusaha, Rachmat Gobel kemudian mulai terjun ke dunia politik dan dipercaya menjadi Menteri Perdagangan pada tahun 2014 di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Lima tahun kemudian, dia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai NasDem usai meraih 146.067 suara di Daerah Pemilihan Gorontalo pada Pemilu 2019.

Pada periode 2024-2029, politisi satu ini kembali dipercaya menjadi anggota DPR RI dan menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI serta bertugas di Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP). Di Gorontalo, Rachmat Gobel mendapat gelar adat "Ti Bulilango Hunggia", yang berarti "Pemberi Cahaya Negeri", sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya bagi masyarakat dan daerah asalnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menko PMK: Pemerintah Beri Dukungan Jaminan Sosial Pekerjaan Penderita Kusta
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Pelarian Berakhir! Tiga Terduga Pembunuh Polisi di Katingan Dibekuk, Bandar Narkoba Ikut Diciduk
• 22 menit lalutvonenews.com
thumb
Konflik dengan Sarwendah dan Jordi Onsu, Ruben Onsu Gelar Pengajian Bertajuk Mengelola Rasa Sakit Hati
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Tekuk Maroko 2-0, Prancis Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Keluarga Ungkap Rachmat Gobel Tak Punya Riwayat Penyakit Sebelum Meninggal
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.