Kejagung: Daftar Nama yang Disebutkan Sony Berkembang Jadi 47, Tapi Belum Tentu Berujung Pidana

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Kejaksaan Agung menegaskan puluhan nama yang muncul dalam pengembangan perkara Badan Gizi Nasional (BGN) belum tentu seluruhnya dapat diproses secara pidana.

Menurut Febrie Adriansyah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), penyidik masih fokus merampungkan pemberkasan perkara yang menjadi prioritas, sementara perkembangan nama-nama yang muncul masih akan dikaji berdasarkan alat bukti.

“Sedangkan nama-nama yang disebut oleh Pak Sony (Sony Sanjaya mantan wakil BGN) 41 orang. Bahkan juga di kita berkembang 47 nama yang terlibat. Tapi tentunya itu kan tidak serta-merta bisa juga terkait dengan perbuatan melawan hukum dan bisa jadi proses pidana,” kata Febrie di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Ia mengatakan penanganan perkara BGN masih berada di tahap pemberkasan dan menjadi salah satu prioritas yang diperintahkan pimpinan.

“Yang di BGN ini sedang berjalan proses pemberkasan. Masih fokus di sana untuk cepat menyelesaikan, perintah ke saya itu yang menjadi prioritas,” ujarnya.

Febrie menambahkan Kejaksaan Agung juga ingin agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan dengan baik. Karena itu, pihaknya terus berkomunikasi dengan jajaran yang kini menangani program tersebut sembari melanjutkan proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya Krisna Murti kuasa hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengungkap ada 41 nama yang diduga terlibat dalam permintaan jatah titik Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).

Ia mengatakan nama-nama yang ada bertambah dari awalnya 26 nama yang tersebar luas di media sosial.

“Jadi, totalnya keseluruhan nama yang dari kemarin 26, ditambah dengan yang tadi, lalu ada tambahan tiga nama lagi yang disebutkan oleh Pak Sony. Jadi, totalnya hari ini 41 nama,” kata Krisna.

Ia mengatakan puluhan nama berasal dari kalangan politik, tetapi tidak mengungkapkannya secara rinci. Krisna mengatakan, Sony tidak tahu apakah titik tersebut untuk diperjualbelikan atau tidak.

“Tadi ditanyakan oleh penyidik. Pak Sony menjawab bahwa dia tidak tahu lagi. Setelah diberikan titik itu, dia (Sony) tidak lagi tahu apakah titik-titik itu dijual atau tidak,” ungkapnya.(lea/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Data Center Asing Serbu RI, Investasi Miliaran Dolar-Rekrut Insinyur
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Keunggulan Orang yang Punya Kepribadian Perfeksionis di Lingkungan Kantor
• 18 jam lalubeautynesia.id
thumb
ESDM: Kebijakan Harga LNG Industri Hanya Berlaku hingga 31 Desember 2026
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Rachmat Gobel Meninggal Dunia Jumat (10/7) Dini Hari
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
IHSG Dibuka Menguat 0,40% ke 5.936, Rupiah Tertahan di Rp 18.128 per Dolar AS
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.