Tangsel: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan mencatat luas wilayah yang masuk kategori rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 mencapai 16.485 hektare.
"Luas total yang terkena bahaya kekeringan yaitu 16.485,47 hektare," kata Sekretaris BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha Sudjana, di Tangerang, seperti dilansir Antara, Jumat, 10 Juli 2026.
Kecamatan Setu menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi. Meskipun tergolong dalam kelas sedang, dengan luas bahaya rendah 1.246 hektare dan bahaya sedang 432,09 hektare.
Enam kecamatan lainnya di Tangsel masih masuk kategori rendah, berdasarkan catatan sejarah kekeringan dan curah hujan di masing-masing daerah.
Baca Juga :
Terdampak Kemarau, BPBD Banjar Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih ke Astambul
"Dampak kemarau sudah muncul di Kampung Koceak, Keranggan, Kecamatan Setu tiap tahun daerah langganan kekeringan," ujar Essa.
BPBD telah menyalurkan 4.000 liter air bersih untuk warga Kampung Koceak RT 02 RW 01, Keranggan, Kecamatan Setu, pada Rabu, 8 Juli 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau tahun ini lebih kering dibandingkan rata-rata 30 tahun terakhir.
"Tangsel awal bulan Juli ini sudah masuk dan sudah ada yang terkena dampak dari kemarau tersebut," jelas Essa.
Ilustrasi kekeringan. Foto: Dok. MGN.




