Abduh Lestaluhu dan Ahmad Nuri Fasya di Balik Gagalnya PSIS Semarang Pulangkan Pratama Arhan serta Pertahankan Alfeandra Dewangga

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, SEMARANG — PSIS Semarang memilih bergerak cepat mencari solusi setelah gagal mewujudkan dua target penting di sektor pertahanan menjelang bergulirnya Championship 2026/2027. Upaya memulangkan Pratama Arhan tidak membuahkan hasil setelah bek kiri Timnas Indonesia tersebut memilih bergabung dengan Persija Jakarta, sementara Alfeandra Dewangga juga tidak lagi menjadi bagian dari skuad Mahesa Jenar.

Sebagai respons atas situasi tersebut, manajemen PSIS resmi memperkenalkan dua pemain bertahan berpengalaman, Abduh Lestaluhu dan Ahmad Nuri Fasya, pada Kamis (9/7/2026). Kehadiran keduanya menjadi bagian dari strategi klub untuk menjaga kekuatan lini belakang sekaligus mendukung target utama kembali promosi ke Super League musim depan.

Abduh Lestaluhu menjadi nama pertama yang diumumkan.

Bek kiri asal Ambon berusia 32 tahun itu datang dengan membawa pengalaman panjang di kompetisi sepak bola Indonesia. Sepanjang kariernya, Abduh dikenal sebagai salah satu pemain yang konsisten di posisi bek kiri, tidak hanya kuat saat bertahan tetapi juga aktif membantu serangan melalui overlap dari sisi lapangan.

Pengalamannya membela berbagai klub besar di Indonesia serta kiprahnya bersama Timnas Indonesia menjadi nilai tambah yang diyakini mampu memberikan stabilitas bagi lini pertahanan PSIS.

Manajemen menilai sosok Abduh bukan sekadar pemain senior, tetapi juga figur yang dapat menjadi mentor bagi para pemain muda di dalam skuad.

Asisten Manajer PSIS, Moch. Reza Handhika, menjelaskan bahwa pengalaman, karakter bermain, dan mental bertanding menjadi pertimbangan utama klub mendatangkan mantan pemain Timnas Indonesia tersebut.

“Abduh merupakan pemain dengan pengalaman yang sangat baik di sepak bola Indonesia, baik bersama klub maupun Timnas Indonesia. Karakter bermain, pengalaman, serta mental bertanding yang dimilikinya kami harapkan dapat memberikan dampak positif bagi tim,” ujar Reza.

Abduh pun menyambut antusias kesempatan membela Mahesa Jenar.

Ia mengaku termotivasi membantu PSIS kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional setelah musim lalu harus terdegradasi.

“Senang bisa kembali membela tim di Jawa Tengah. PSIS punya sejarah panjang dan merupakan salah satu tim besar. Semoga saya bisa berkontribusi untuk PSIS mewujudkan target utama, yaitu promosi ke Super League,” ujar Abduh.

Tidak berhenti di situ, PSIS juga memperkenalkan Ahmad Nuri Fasya sebagai tambahan kekuatan di sektor pertahanan.

Bek berusia 27 tahun asal Tuban tersebut dikenal sebagai pemain dengan fleksibilitas tinggi karena mampu dimainkan sebagai bek kanan, bek kiri, maupun bek tengah.

Kemampuan bermain di beberapa posisi menjadi salah satu alasan utama mengapa PSIS memilih mendatangkannya.

Dengan jadwal kompetisi yang panjang, keberadaan pemain serbabisa seperti Nuri Fasya dinilai akan memberikan lebih banyak alternatif bagi tim pelatih dalam menyusun strategi.

Sebelum bergabung bersama Mahesa Jenar, Nuri Fasya telah mengoleksi pengalaman bersama sejumlah klub besar Indonesia, seperti Persebaya Surabaya, Persik Kediri, hingga PSS Sleman.

Jam terbangnya di kompetisi kasta tertinggi diharapkan mampu memperkuat kedalaman skuad PSIS sepanjang musim.

Kehadiran Abduh Lestaluhu dan Ahmad Nuri Fasya sekaligus menunjukkan perubahan arah strategi transfer yang dilakukan PSIS.

Jika sebelumnya manajemen berusaha mendatangkan nama-nama besar seperti Pratama Arhan dan mempertahankan Alfeandra Dewangga sebagai fondasi lini belakang, kini fokus diarahkan kepada pemain-pemain yang telah memiliki pengalaman panjang di kompetisi domestik dan siap memberikan kontribusi secara instan.

Langkah tersebut dinilai realistis mengingat target utama PSIS musim ini adalah kembali promosi ke Super League.

Dengan kompetisi Championship yang diperkirakan berlangsung ketat, pengalaman dan kematangan menjadi faktor penting yang dibutuhkan untuk menjaga konsistensi performa sepanjang musim.

Kini, harapan Mahesa Jenar bertumpu pada kombinasi kualitas Abduh Lestaluhu dan Ahmad Nuri Fasya untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan para pemain sebelumnya.

Apabila keduanya mampu beradaptasi dengan cepat, PSIS diyakini memiliki fondasi pertahanan yang lebih kokoh dalam upaya mengembalikan klub ke kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim 2027/2028.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Andra ST Kecelakaan Hingga Mobil Terbelah Dua, Ini Spesifikasi McLaren 720 S yang Bikin Youtuber Gaming ini Selamat
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Surya Paloh Berduka Rachmat Gobel Wafat: Kepulangan Beliau Mendadak
• 10 jam laludetik.com
thumb
Kuasa Hukum Kerry Riza Dukung Prabowo soal Hukum Tak Boleh Jadi Alat Kriminalisasi
• 22 jam laludisway.id
thumb
Kuota Sekolah Rakyat Kota Kediri Masih Tersedia, Prioritas Kategori Desil 1 dan 2
• 3 jam laluberitajatim.com
thumb
Kmy Kmo & Luca Sickta Gandeng Niken Salindry, Kolaborasi Rap dan Sinden 
• 9 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.