Kasus Dokter Icha, Pacar dan Orangtua Diperiksa Polda NTT

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

KUPANG, KOMPAS — Proses hukum kasus dugaan intimidasi, penghinaan, ancaman, dan kekerasan verbal yang diduga berujung pada kematian dokter Icha terus bergulir. Pada Jumat (10/7/2026), pacar dokter Icha memberikan keterangan kepada penyidik di Markas Polda Nusa Tenggara Timur.

Selain pacar almarhumah, ayah dan ibu kandung dokter Icha juga dimintai keterangan. Mereka tiba di Markas Polda NTT sekitar pukul 11.00 Wita. Hingga menjelang pukul 17.00 Wita, pemeriksaan masih berlangsung.

"Ketiganya diperiksa secara bersamaan oleh tiga penyidik dengan didampingi tiga kuasa hukum," kata Viktor Manbait, penasihat hukum sekaligus juru bicara keluarga dokter Icha.

Menurut Viktor, ayah, ibu, dan pacar dokter Icha merupakan orang-orang yang memiliki hubungan paling dekat dengan almarhumah. Kepada merekalah dokter Icha kerap mencurahkan isi hati, termasuk saat menjadi korban intimidasi, ancaman, penghinaan, dan kekerasan verbal.

Mereka juga menjadi tempat dokter Icha bersandar ketika mengalami depresi berat setelah mendapat perlakuan kasar dari empat orang. Peristiwa itu terjadi ketika dokter Icha berupaya menyelamatkan pasien korban gigitan ular di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona, Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Keempat orang tersebut telah dilaporkan ke Polda NTT pada pekan lalu.

Para terlapor terdiri atas tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara, yakni Therensius Lazakar dari Fraksi Partai Golkar, Norbertus Tubani dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, dan Veronika Lake dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Seorang terlapor lainnya ialah Maria Mathildis Sau, dokter hewan di Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Utara.

Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polda NTT Komisaris Besar Nova Irone Surentu membenarkan pemeriksaan terhadap ketiga saksi tersebut. Namun, ia belum menyampaikan lebih jauh karena perkara masih dalam tahap penyelidikan.

Nova juga belum menginformasikan kapan para terlapor akan diperiksa. "Mohon bersabar karena saat ini masih dalam tahap penyelidikan," ujarnya.

Sementara itu, sejumlah warga berharap proses hukum dapat memberikan keadilan bagi dokter Icha dan keluarganya melalui penegakan hukum yang objektif.

"Kami percaya kepada penegak hukum. Namun, tetap ada kekhawatiran. Jangan sampai ada intervensi karena para terlapor merupakan politisi yang, kita semua tahu, memiliki relasi di banyak tempat," kata Mikael Kolo (40), seorang warga.

Serial Artikel

Saat Dokter Hewan Ikut Mengintimidasi Dokter Icha hingga Bunuh Diri

Tak hanya tiga anggota DPRD, seorang dokter hewan pun ikut mengintimidasi dokter Icha.

Baca Artikel
Kronologi

Intimidasi terhadap dokter Icha terjadi pada 13 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 Wita. Saat itu, seorang pasien laki-laki berusia 20 tahun dengan riwayat gigitan ular datang ke IGD Rumah Sakit Leona membawa surat rujukan dari RSUD Kefamenanu.

Dokter Icha melakukan pemeriksaan medis serta berkonsultasi dengan dokter spesialis dan dokter terkait. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan mempertimbangkan hasil pemeriksaan sebelumnya di RSUD Kefamenanu, pasien didiagnosis mengalami gigitan ular pada fase lokal.

Dalam fase tersebut, berdasarkan pertimbangan medis yang berlaku, pasien cukup menjalani observasi dan terapi suportif tanpa pemberian antibisa ular karena tidak ditemukan indikasi medis yang mengharuskan tindakan tersebut.

Seluruh hasil pemeriksaan, hasil konsultasi, kondisi pasien, serta dasar pertimbangan medis telah dijelaskan kepada pasien dan keluarganya secara terbuka dan profesional.

Namun, tiga anggota DPRD yang datang menjenguk pasien memprotes keputusan tersebut dan mengintimidasi dokter Icha. Mereka memaksa dokter memberikan antibisa ular dengan nada tinggi. Dokter Icha tetap berpegang pada prosedur medis. "Panggil wartawan, panggil wartawan," teriak salah seorang anggota DPRD, Veronika Lake.

Anggota DPRD lainnya, Norbertus Tubani, menimpali, "Ingat ya wajah saya. Saya anggota DPRD Komisi III yang membawahkan dinas kesehatan."

Informasi yang dihimpun menyebutkan Therensius Lazakar merupakan keluarga pasien yang mengalami gigitan ular tersebut.

Akibat peristiwa itu, dokter Icha mengalami tekanan psikologis yang berat. Ia merasa terintimidasi, mendapat kekerasan verbal, serta menganggap profesionalitas dan kehormatannya sebagai tenaga kesehatan telah direndahkan. Peristiwa itu terjadi di hadapan rekan kerja, pasien lain, dan masyarakat yang berada di lokasi.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Timor Tengah Utara Sondang Herikson Panjaitan mengatakan, prosedur yang dilakukan dokter Icha telah sesuai dengan hasil penelusuran IDI. Sondang juga memuji keteguhan dokter Icha yang tidak mengikuti tekanan dari para anggota DPRD tersebut.

Dokter Icha berhasil menangani pasien dengan baik. "Terbukti, pasien tersebut dalam kondisi sehat sampai hari ini. Kami sangat menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh para anggota dewan yang terhormat itu," kata Sondang.

Serial Artikel

”Dokter Bodoh” yang Selalu Menghantui Dokter Icha

Dokter Icha dipermalukan di hadapan puluhan orang saat dia sedang berusaha menyelamatkan nyawa pasien yang terkena gigitan ular.

Baca Artikel


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dugaan 3 Perkara Korupsi, Polisi Geledah 12 Lokasi
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tokoh Suporter Persebaya, Andie Peci, Meninggal Dunia
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Said Iqbal Akan Bertemu Direksi Freeport, Bahas Status 2.374 Pekerja
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Perluas Akses Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7,00 Persen
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Iran Balas Serangan ke Pangkalan AS di Bahrain, Kuwait, dan Qatar
• 21 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.