JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang anggota Satuan Samapta Polres Metro Jakarta Pusat, Briptu Muhammad Aldisa Nursandi, diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang pengendara motor saat berusaha menghentikan kendaraan yang melawan arah di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur.
Peristiwa tersebut terekam video dan viral setelah diunggah melalui akun Instagram @polisipoesat.
Kejadian itu berlangsung pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 21.15 WIB, tepatnya di samping gerbang Tol Pedati, Jakarta Timur.
Baca juga: Dikritik Mirip Gedung Kantor, Desain Perpustakaan Modern Kota Bekasi Bakal Diubah
Aldisa mengatakan, kejadian bermula ketika dia melihat sejumlah pengendara motor melawan arah di lokasi tersebut.
Ia kemudian memberikan tanda menggunakan lampu strobo agar salah satu pengendara berhenti.
Namun, pengendara tersebut tetap melaju hingga akhirnya terjatuh.
Saat Aldisa turun untuk memberikan pertolongan, ia mengaku justru mendapat pukulan dari pengendara tersebut.
Baca juga: Ada Studio Animasi dan Working Space, Perpustakaan Kota Bekasi Ditargetkan Rampung 2028
“Dia malah tetap gas dan melawan arah. Setelah jatuh, saya turun untuk memberikan pertolongan, tetapi tiba-tiba bapaknya langsung memukul saya,” kata Aldisa saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan langsung (direct message) Instagram, Jumat (10/7/2026).
Aldisa menjelaskan, aksi kendaraan melawan arah di kawasan tersebut sudah sering terjadi dan membahayakan pengguna jalan lain.
“Di jalanan tersebut memang banyak pelawan arah, bahkan pernah sampai seperti kereta,” ujar Aldisa.
Sebelum kejadian tersebut, Aldisa mengaku sempat menegur pengendara lain yang melakukan pelanggaran serupa.
Pengendara pertama, kata dia, mengikuti imbauan dan kembali ke jalur yang benar.
Baca juga: Pemkot Bekasi Bangun Perpustakaan Modern Lima Lantai, Ramah Disabilitas dan Berbasis Digital
“Sudah ada satu yang saya tegur dan imbau seperti video yang saya upload, dan yang pertama manut. Nah yang kedua ini si bapak ini,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, Aldisa mengatakan dia tidak mengalami luka serius.