Hadapi Musim Kemarau, Kesiapsiagaan Pencegahan Karhutla Diperkuat

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Memasuki musim kemarau, Wilmar meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh unit operasional perusahaan. Langkah tersebut dilakukan melalui pelatihan pencegahan karhutla dan apel siaga yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan ini melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta perusahaan guna memperkuat koordinasi dalam mengantisipasi potensi kebakaran selama musim kemarau.

Head Environment, Health, and Safety (EHS) Plantations PT Mustika Sembuluh (Wilmar Group) Novrie Ronaldy mengatakan pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama untuk melindungi masyarakat, menjaga lingkungan, dan mendukung operasional perusahaan yang berkelanjutan.

"Pencegahan adalah langkah yang paling efektif dalam menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan. Setiap tahun kami terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui pelatihan, perawatan sarana prasarana, simulasi, serta penguatan koordinasi dengan berbagai pihak," ujar Novrie seperti dikutip dari siaran pers, Jumat, 10 Juli 2026.

Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 82 peserta yang berasal dari perusahaan dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Para peserta mengikuti simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari peningkatan kapasitas dalam menghadapi potensi karhutla.
 

Baca Juga :

Antisipasi Karhutla, Polda Kalsel Gencarkan Patroli Terpadu
  Libatkan pemerintah, TNI, Polri, hingga masyarakat
Kegiatan ini turut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah yang diwakili camat dan kepala desa, Kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Menurut Novrie, pencegahan karhutla membutuhkan peran aktif seluruh pihak karena risiko kebakaran dapat meluas tanpa mengenal batas wilayah.

"Kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, menjaga kelestarian lingkungan, serta meminimalkan risiko kebakaran selama musim kemarau," kata Novrie.

Ia menambahkan sinergi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan, meningkatkan deteksi dini, serta mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.


(Pelatihan pencegahan karhutla dan apel siaga yang digelar Wilmar. Foto: dok Wilmar)
  Aktif dalam Fire Free Alliance
Selain memperkuat kesiapsiagaan internal, Wilmar juga aktif tergabung dalam Fire Free Alliance (FFA), sebuah kolaborasi antara perusahaan dan organisasi non-pemerintah (NGO) yang berfokus pada pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Melalui FFA, berbagai program dijalankan tidak hanya di area operasional perusahaan, tetapi juga di wilayah sekitar hingga radius lima kilometer.

Program tersebut meliputi edukasi kepada masyarakat, peningkatan kapasitas, serta penguatan kolaborasi untuk mencegah kebakaran sejak dini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ratusan Ular Termasuk Kobra Lepas Akibat Banjir Bandang di China, Korban Gigitan Sudah Muncul
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Beasiswa “Banyuwangi Progresif”, Peluang untuk Putra Putri Daerah, Ini Syaratnya
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
OTT, KPK Tangkap Lima Orang Termasuk Bupati Sukoharjo Etik Suryani
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, Menlu RI dan Ketua MPR Boyong Delegasi NU-Muhammadiyah
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Hadapi Krisis Geopolitik, Kadin Indonesia Tekankan Pentingnya Diplomasi Ekonomi
• 10 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.