146 Pasar di Jakarta Terapkan Pemilihan Sampah dari Sumber, Pasar Jaya: Menuju Kota Global

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Sebanyak 146 pasar di bawah pengelolaan Pasar Jaya menerapkan sistem pemilahan sampah dari sumber untuk mendukung Jakarta menuju kota global.

Untuk memperkuat hal itu, Perumda Pasar Jaya meluncurkan Gerakan Bersama Bersih Pasar (GEBER) di seluruh pasar yang dikelolanya.

BACA JUGA:BTN Kantongi Laba Rp1,85 Triliun hingga Mei 2026, Tumbuh 54 Persen di Atas Rata-Rata Industri

Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang mulai memperketat pengelolaan sampah menjelang pembatasan pengiriman sampah ke TPST Bantargebang mulai Agustus 2026.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan mengatakan, gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen nyata untuk menciptakan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.

BACA JUGA:IndoBuildTech 2026: Ariston Hadirkan Inovasi Hunian Modern dengan Promo hingga 55 Persen

"Gerakan ini bukan sekadar seremonial belaka. Ini merupakan komitmen dan langkah nyata kita bersama untuk menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, higienis, dan nyaman, baik bagi para pedagang maupun masyarakat selaku pengunjung pasar, dalam mendukung Jakarta menuju kota global," kata Agus saat peluncuran GEBER di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur pada Jumat, 10 Juli 2026.

Agus mengungkapkan, sebanyak 146 pasar di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya kini telah dilengkapi fasilitas tempat sampah terpilah sebagai langkah awal penerapan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

"Sebanyak 146 pasar di bawah naungan Perumda Pasar Jaya sudah dilengkapi fasilitas tong sampah pilah. Fasilitas ini disiapkan agar pemilahan sampah dapat dimulai langsung dari sumbernya," ujarnya.

BACA JUGA:3 Konser Gratis di Jabodetabek Akhir pekan 10-12 Juli 2026, Ada Kahitna hingga Bernadya!

Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak lagi hanya berfokus pada penanganan di hilir, tetapi harus dimulai dari kawasan yang menjadi penghasil sampah, termasuk pasar.

"Mulai Agustus 2026, Pemprov DKI Jakarta sudah tidak bisa lagi melakukan pola pembuangan sampah seperti selama ini ke Bantargebang. Karena itu, kami diminta melakukan gerakan pemilahan sampah dari sumbernya," ucap Agus.

Sebagai bagian dari implementasi program, Pasar Jaya juga menjalankan proyek percontohan pengelolaan sampah mandiri di Pasar Induk Kramat Jati melalui kerja sama dengan LAPI ITB dan PT FDR.

BACA JUGA:8 Rekomendasi AC 1/2 PK Terbaik Juli 2026: Harga Mulai Rp2 Jutaan, Cepat Dingin dan Hemat Listrik

Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, Perumda Pasar Jaya membentuk 58 personel Satuan Tugas (Satgas) GEBER yang bertugas mengawasi, mengedukasi, sekaligus menjadi penggerak perubahan perilaku pengelolaan sampah di lingkungan pasar.

"Satgas ini akan menjadi motor penggerak, pengawas sekaligus mitra edukasi bagi seluruh warga pasar secara terus-menerus," katanya.

Menurut Agus, keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan pemerintah dan Perumda Pasar Jaya sendiri, melainkan membutuhkan dukungan pedagang, koperasi, pengelola pasar, hingga masyarakat.

"Mengubah kebiasaan lama dan membangun budaya bersih memang memerlukan waktu serta kesabaran. Namun dengan kerja keras bersama dan konsistensi, saya optimistis pasar-pasar Perumda Pasar Jaya mampu bertransformasi menjadi pasar yang bersih, sehat, dan modern," tuturnya.

BACA JUGA:Tambah Armada Ride Hailing, Sinergi POJ dan TOP Buka Peluang Kerja Baru bagi Mitra Driver

Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas Perumda Pasar Jaya, La Ode Basir, mengapresiasi peluncuran Gerakan Bersama Bersih Pasar (GEBER) dan menegaskan program tersebut harus dijalankan secara konsisten sebagai implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang gerakan pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumber.

Menurut dia, gerakan tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan harus berkembang menjadi budaya kerja di seluruh pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya.

"Gerakan ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi harus lahir menjadi sebuah kesadaran kolektif dan budaya kolektif insan Pasar Jaya. Pilah sampah harus menjadi budaya di seluruh pasar yang kita kelola," ujar La Ode Basir.

Ia juga meminta jajaran direksi segera menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang terukur agar penerapan pemilahan sampah dapat dilakukan secara disiplin di setiap pasar.

BACA JUGA:Wajah Baru KAI Bukan Gimmick, Transformasi Nyata Tingkatkan Kenyamanan Pelanggan

Selain itu, kebersihan dan keberhasilan pelaksanaan pemilahan sampah diusulkan menjadi salah satu indikator penilaian kinerja kepala pasar.

"Harus ada penilaian yang terukur di seluruh pasar. Kebersihan, kerapihan, dan gerakan pilah sampah harus masuk dalam aspek penilaian keberhasilan kepala pasar. Dengan begitu, gerakan ini benar-benar diterapkan hingga tingkat teknis dan menjadi budaya yang melekat di lingkungan Perumda Pasar Jaya," tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bendera Palestina Warnai Laga Prancis vs Maroko
• 13 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Airlangga: Kadin Diplomatic Forum Breakfast Jadi Ajang Perkuat Fondasi Ekonomi RI
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Said Iqbal Klaim Menaker Dukung Pajak JHT 0%, Ambang Batas Diusulkan Naik
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
TASPEN Salurkan Manfaat JKK dan JKM Rp1,08 M ke Keluarga ASN di Riau
• 17 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Jampidsus Minta Audit Menyeluruh Dugaan Pengadaan Batu Bara PLTU Terkait Blackout
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.