HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Gelombang video bertajuk Coolmax Durian tiba-tiba memenuhi TikTok dan X. Nama tersebut memancing rasa penasaran karena dikaitkan dengan tren Coolmax yang sebelumnya lebih dulu viral. Kolom komentar pun dipenuhi pencarian tautan video lengkap.
Lalu, benarkah video tersebut berisi sesuatu yang kontroversial? Siapa sebenarnya perempuan berhijab yang menjadi buruan netizen?
Belum lama publik dibuat penasaran oleh kemunculan istilah Azka Coolmax dan Mukena Putih Coolmax, kini muncul tren baru dengan nama Coolmax Durian. Dalam waktu singkat, kata kunci tersebut meroket di pencarian media sosial dan memicu beragam spekulasi.
Banyak akun mengunggah potongan video yang sama dengan narasi berbeda-beda. Situasi itu membuat sebagian pengguna internet menduga ada rekaman lain yang lebih lengkap, meski hingga kini klaim tersebut belum terbukti.
Video yang beredar sebenarnya hanya memperlihatkan seorang perempuan berhijab dengan riasan sederhana. Ia mengenakan pakaian hitam yang dipadukan outer berwarna cokelat saat berada di dalam sebuah kamar.
Dalam rekaman tersebut, perempuan itu duduk di atas tempat tidur sambil mengikuti irama musik dengan gerakan ringan. Tak lama kemudian, ia mengangkat buah durian yang telah dibelah dan menunjukkannya ke arah kamera.
Di potongan video lain, wajah perempuan yang sama kembali muncul. Namun sebagian tubuhnya sengaja ditutupi menggunakan stiker sehingga hanya bagian kepala yang terlihat jelas.
Penggunaan potongan gambar yang tidak utuh inilah yang kemudian dimanfaatkan sejumlah akun pemburu impresi untuk membangun narasi yang memancing rasa penasaran publik.
Fenomena ini semakin meluas setelah video tersebut diunggah ulang oleh sejumlah akun, termasuk akun @fulnyacekbiyoku, yang mengaitkannya dengan tren-tren “Coolmax” sebelumnya.
Unggahan itu bahkan disertai tulisan:
“Setelah Azka coolmax lanjut mukena putih coolmax, eh ada lagi coolmax pake duren.”
Tidak membutuhkan waktu lama, video tersebut menyebar ke berbagai akun TikTok maupun Instagram. Berbagai unggahan kemudian menggunakan tagar seperti #day1mukbangduren, sehingga jangkauannya semakin luas.
Efeknya, kolom komentar dipenuhi pengguna yang berusaha mencari video versi penuh. Momen tersebut dimanfaatkan sejumlah pihak dengan membagikan tautan yang diklaim mengarah ke rekaman asli tanpa sensor.
Identitas Sang WanitaSampai sekarang belum ada informasi resmi mengenai identitas perempuan berhijab yang muncul dalam video tersebut.
Akun yang diduga sebagai pengunggah pertama belum dapat dipastikan karena kontennya telah tertutup oleh banyaknya video re-upload dari berbagai akun anonim.
Karena itu, publik diimbau lebih berhati-hati dan tidak mudah tergoda mengklik tautan yang beredar di kolom komentar maupun media sosial lain.
Modus memanfaatkan video viral untuk menyebarkan tautan palsu sudah lama digunakan pelaku kejahatan siber. Korban biasanya dipancing rasa penasaran agar mengakses shortlink yang sebenarnya berbahaya.
Jika tautan tersebut dibuka, pengguna dapat menghadapi berbagai risiko keamanan digital, di antaranya:
1. Malware dan spyware masuk ke perangkat
Shortlink palsu dapat memicu unduhan berkas berbahaya tanpa disadari pengguna. Program tersebut berpotensi merusak sistem ponsel, mencuri data pribadi, hingga merekam aktivitas mengetik melalui keylogger.
2. Pencurian akun melalui phishing
Sebagian tautan mengarahkan korban ke halaman login palsu yang tampilannya menyerupai media sosial populer. Ketika pengguna memasukkan nama akun dan kata sandi, data tersebut dapat langsung dicuri pelaku.
3. Ancaman terhadap layanan mobile banking
Malware yang lebih canggih bahkan mampu membaca kode OTP dari SMS serta mencuri informasi penting yang berkaitan dengan layanan perbankan digital. Kondisi ini dapat membuka peluang pembobolan rekening apabila perangkat sudah terinfeksi.
Di tengah maraknya penyebaran video Coolmax Durian, pengguna internet disarankan mengutamakan keamanan digital dan tidak mudah percaya pada tautan yang menjanjikan akses ke video viral versi lengkap tanpa sensor.





