Makassar (ANTARA) - Balai Wilayah Sungai (BWS) Saddang bersama pemerintah daerah merehabilitasi Daerah Irigasi (DI) sepanjang 12,5 meter untuk tahap pertama, guna memperkuat suplai pengairan areal persawahan seluas 894,5 hektare tersebar di Kecamatan Panca Lautang dan Tellu Limpue, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.
"Kolaborasi ini kita genjot secara cepat agar bisa swasembada pangan," kata Kepala Satuan Kerja Non-Vertikal Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (SNVT PIPA) Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Andi Faizal Fahrial melalui siaran persnya, Jumat.
Rehabilitasi akan difokuskan pada titik-titik prioritas melalui koordinasi dengan Dinas Pengelola Sumber daya Air (PSDA) beserta para kelompok tani dan petani agar manfaat saluran pengairan ini bisa dirasakan masyarakat.
"Kami titip, mari kita jaga bersama aset irigasi ini. Kalau airnya lancar, maka produktivitas padi Sidrap sebagai lumbung pangan Sulsel akan semakin meningkat," katanya.
Andi mengatakan, rehabilitasi jaringan irigasi tersebut terealisasi atas sinergi pemerintah pusat dan Pemkab Sidrap sehigga usulan disetujui untuk dilaksanakan.
Sedangkan peluang untuk usulan rehabilitasi jaringan irigasi tahap kedua masih terbuka. Harapanya, terus berlanjut sampai seluruh saluran induk irigasi dapat dituntaskan pembangunannya.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan rehabilitasi DI tersebut merupakan jawaban atas persoalan irigasi yang telah puluhan tahun dikeluhkan petani. Nilai proyeknya sekitar Rp15 miliar dikerjakan Juli-Desember 2026.
Pekerjaan meliputi rehabilitasi saluran irigasi sepanjang 12,5 kilometer melayani areal persawahan seluas 894,5 hektare. Ruas yang menjadi prioritas meliputi BSI19, BSI20A, BSI20, BSI21 hingga BSI23.
Ia mengungkapkan, jaringan irigasi ini sudah puluhan tahun tidak pernah direhabilitasi, sehingga mengalami sedimentasi, dipenuhi sampah, dan banyak bagian saluran rusak menyebabkan distribusi air ke lahan pertanian tidak optimal.
"Sudah kurang lebih 50 tahun tidak pernah dilakukan rehabilitasi. Hari ini menjadi tonggak sejarah baru. Kita mulai perbaikan itu kembali," ujarnya.
Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini juga meminta Dinas PSDA, tim pelaksana, dan seluruh pihak terkait mengawal pekerjaan agar berjalan cepat, tepat sasaran, dan selesai sesuai jadwal. Ia menekankan, apabila ada kendala, jangan dibuat masalah tapi cari solusinya.
Selain rehabilitasi DI Saddang, sejumlah program penyediaan air lainnya di Kecamatan Tellu Limpoe dan Panca Lautang direncanakan dibangun Bendung Torere, di Desa Corawali dan Kelurahan Bilokka pada 2026-2028 dengan nilai anggaran sekitar Rp43 miliar untuk mengairi 1.025 hektare sawah.
Pemerintah juga akan melanjutkan program Optimasi Lahan (Oplah) Non Rawa yang kini memasuki tahap penyediaan jaringan listrik. Selain itu, irigasi perpompaan (Irpom) akan dibangun di Lajonga dan Elle Salewo dengan anggaran sekitar Rp4 miliar.
Sebelumnya, sosialisasi rehabilitasi DI digelar di Kelurahan Lajonga, Kecamatan Panca Lautang, dihadiri Bupati Sidrap, SNVT PIPA Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, PPK Irigasi dan Rawa SNVT PIPA, Dinas PSDA Andi Safari, Bapperida Herwin, Intel Kejari Sidrap, Camat, Lurah, Kapolsek, kepala desa, tokoh masyarakat, kelompo tani, petani dan lainnya.
Baca juga: Kementerian PU targetkan bangun irigasi baru seluas 100 hektar di 2027
Baca juga: Wamentan: Pembangunan irigasi dipercepat guna dongkrak produksi pangan
"Kolaborasi ini kita genjot secara cepat agar bisa swasembada pangan," kata Kepala Satuan Kerja Non-Vertikal Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (SNVT PIPA) Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Andi Faizal Fahrial melalui siaran persnya, Jumat.
Rehabilitasi akan difokuskan pada titik-titik prioritas melalui koordinasi dengan Dinas Pengelola Sumber daya Air (PSDA) beserta para kelompok tani dan petani agar manfaat saluran pengairan ini bisa dirasakan masyarakat.
"Kami titip, mari kita jaga bersama aset irigasi ini. Kalau airnya lancar, maka produktivitas padi Sidrap sebagai lumbung pangan Sulsel akan semakin meningkat," katanya.
Andi mengatakan, rehabilitasi jaringan irigasi tersebut terealisasi atas sinergi pemerintah pusat dan Pemkab Sidrap sehigga usulan disetujui untuk dilaksanakan.
Sedangkan peluang untuk usulan rehabilitasi jaringan irigasi tahap kedua masih terbuka. Harapanya, terus berlanjut sampai seluruh saluran induk irigasi dapat dituntaskan pembangunannya.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan rehabilitasi DI tersebut merupakan jawaban atas persoalan irigasi yang telah puluhan tahun dikeluhkan petani. Nilai proyeknya sekitar Rp15 miliar dikerjakan Juli-Desember 2026.
Pekerjaan meliputi rehabilitasi saluran irigasi sepanjang 12,5 kilometer melayani areal persawahan seluas 894,5 hektare. Ruas yang menjadi prioritas meliputi BSI19, BSI20A, BSI20, BSI21 hingga BSI23.
Ia mengungkapkan, jaringan irigasi ini sudah puluhan tahun tidak pernah direhabilitasi, sehingga mengalami sedimentasi, dipenuhi sampah, dan banyak bagian saluran rusak menyebabkan distribusi air ke lahan pertanian tidak optimal.
"Sudah kurang lebih 50 tahun tidak pernah dilakukan rehabilitasi. Hari ini menjadi tonggak sejarah baru. Kita mulai perbaikan itu kembali," ujarnya.
Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini juga meminta Dinas PSDA, tim pelaksana, dan seluruh pihak terkait mengawal pekerjaan agar berjalan cepat, tepat sasaran, dan selesai sesuai jadwal. Ia menekankan, apabila ada kendala, jangan dibuat masalah tapi cari solusinya.
Selain rehabilitasi DI Saddang, sejumlah program penyediaan air lainnya di Kecamatan Tellu Limpoe dan Panca Lautang direncanakan dibangun Bendung Torere, di Desa Corawali dan Kelurahan Bilokka pada 2026-2028 dengan nilai anggaran sekitar Rp43 miliar untuk mengairi 1.025 hektare sawah.
Pemerintah juga akan melanjutkan program Optimasi Lahan (Oplah) Non Rawa yang kini memasuki tahap penyediaan jaringan listrik. Selain itu, irigasi perpompaan (Irpom) akan dibangun di Lajonga dan Elle Salewo dengan anggaran sekitar Rp4 miliar.
Sebelumnya, sosialisasi rehabilitasi DI digelar di Kelurahan Lajonga, Kecamatan Panca Lautang, dihadiri Bupati Sidrap, SNVT PIPA Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, PPK Irigasi dan Rawa SNVT PIPA, Dinas PSDA Andi Safari, Bapperida Herwin, Intel Kejari Sidrap, Camat, Lurah, Kapolsek, kepala desa, tokoh masyarakat, kelompo tani, petani dan lainnya.
Baca juga: Kementerian PU targetkan bangun irigasi baru seluas 100 hektar di 2027
Baca juga: Wamentan: Pembangunan irigasi dipercepat guna dongkrak produksi pangan





