Membandingkan Guitar Hero dengan Game Rhythm Modern, Evolusi Genre Musik yang Mengubah Dunia Gaming

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Pada pertengahan 2000-an, sulit menemukan ruang keluarga atau tempat bermain yang tidak mengenal Guitar Hero. Game besutan Harmonix dan RedOctane tersebut berhasil mengubah cara orang menikmati video game dengan menghadirkan gitar plastik sebagai kontrol utama.

Pemain tidak hanya menekan tombol, tetapi juga merasakan sensasi menjadi gitaris rock di atas panggung.

Baca Juga :
Mengenang Masa Keemasan Zuma, Ketika Game Puzzle Menjadi Hiburan Favorit Semua Kalangan
Tetris Dulu vs Sekarang, Evolusi Game Puzzle yang Tetap Relevan Dimainkan Setelah Puluhan Tahun

Namun, dua dekade kemudian, genre rhythm game telah berkembang jauh melampaui konsep tersebut. Kehadiran game seperti Beat Saber, osu!, Taiko no Tatsujin, hingga Hatsune Miku: Project DIVA menunjukkan bahwa permainan musik terus berevolusi mengikuti perkembangan teknologi dan selera pemain.

Lantas, bagaimana perbedaan Guitar Hero dengan rhythm game modern? Berikut VIVA rangkum Jum'at, 10 Juli 2026 perbandingannya.

Guitar Hero, Ketika Semua Orang Ingin Menjadi Rockstar

Dirilis pertama kali pada 2005, Guitar Hero menjadi fenomena global. Pemain menggunakan gitar berbentuk khusus dengan lima tombol warna dan sebuah strum bar untuk mengikuti not yang bergerak di layar sesuai irama lagu.

Konsep tersebut sederhana tetapi sangat efektif. Pemain merasa seperti tampil di konser rock tanpa harus benar-benar menguasai alat musik. Kesuksesan Guitar Hero bahkan menghidupkan kembali genre rhythm game di pasar Barat dan menghasilkan pendapatan miliaran dolar melalui berbagai seri lanjutan.

Salah satu kekuatan terbesar Guitar Hero adalah daftar lagu berisi karya band-band legendaris seperti Metallica, Aerosmith, Guns N' Roses, hingga DragonForce. Lagu-lagu tersebut menjadi daya tarik utama yang membuat pemain terus kembali memainkan game ini.

Kontrol Fisik Menjadi Identitas Guitar Hero

Hal yang paling membedakan Guitar Hero dari rhythm game lainnya adalah penggunaan kontrol berbentuk gitar.

Saat itu, aksesori tersebut menjadi simbol budaya pop. Banyak pemain membeli konsol hanya untuk memainkan Guitar Hero bersama keluarga atau teman.

Namun, model bisnis yang mengandalkan perangkat tambahan juga memiliki kelemahan. Harga aksesori relatif mahal, membutuhkan ruang penyimpanan, dan akhirnya membuat pasar mulai jenuh ketika terlalu banyak seri dirilis dalam waktu singkat.

Rhythm Game Modern Tidak Lagi Bergantung pada Gitar Plastik

Baca Juga :
Masih Ingat Harvest Moon? Game Berkebun Legendaris yang Pernah Menguasai Masa Kecil Kini Grafisnya Lebih Realistis
Selamat Tinggal Game Mario Kart Tour
Jangan Tertipu! Ini Ciri-ciri Penjualan GTA 6 Palsu yang Banyak Memakan Korban

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Uji Coba Rudal PKT Dinilai Mengintimidasi Masyarakat Internasional, Sejumlah Negara Mengecam Keras
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Habib Aboe Dorong Surabaya Memperkuat Sister City dengan Guangzhou, Busan dan Kitakyushu
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Aktris AI Tilly Norwood Mulai Bintangi Film, Manusia Terancam Hilang Pekerjaan?
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Terciduk Saat Razia Ponsel di Sel, 10 Napi Lapas Salemba Dipindahkan
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo: Hukum Itu untuk Semua, Bukan Cuma Buat Orang Kuat
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.