PANGANDARAN, DISWAY.ID-- Pemerintah Provinsi Jawa Barat konsen terhadap peningkatan kemampuan literasi masyarakat. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jabar keliling ke 7 daerah berupaya mendorong kemampuan tersebut.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jawa Barat Kusmana Hartadji megatakan, dengan perkembangan zaman saat ini, kemampuan literasi tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis.
BACA JUGA:Deepal S07 Jadi eSUV Andalan Keluarga Modern, Tawarkan Kabin Mewah hingga Jarak Tempuh 560 Km
“Tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, menyaring berbagai sumber informasi, serta memanfaatkannya secara bijaksana untuk meningkatkan kualitas kehidupan.” kata Kusmana dalam kegiatan Safari Literasi di Taman Sagati, Kabupaten Pangandaran, Jumat 10 Juli 2026.
Kusmana menegaskan, pembangunan budaya literasi merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, inovatif, dan berdaya saing.
“Masyarakat yang literat akan lebih siap menghadapi perubahan, lebih produktif, serta mampu mengambil keputusan yang tepat dalam berbagai aspek kehidupan,” tegasnya.
BACA JUGA:Prabowo Tegaskan Lanjutkan MBG, Awasi Ketat agar Tak Ada Penyimpangan
Ia berharap, kegiatan safari literasi ini mampu menumbuhkan kesadaran bersama bahwa budaya membaca dan belajar sepanjang hayat harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” harapnya.
Kepala Bidang Bina Perpustakaan dan Budaya Gemar Membaca Andri Heriyanto menambahkan, Safari Literasi di Kabupaten Pangandaran ini menjadi kegiatan kedua setelah kegiatan serupa dilaksanakan di Kabupaten Sumedang bulan lalu.
“Upaya ini akan terus dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kami untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mencari, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara tepat dan bertanggung jawab,” tambahnya.
BACA JUGA:Generasi Sandwich Wajib Tahu! Produk Baru AXA Ini Lindungi Finansial Sampai Usia 100 Tahun
Pihaknya mengaku tak bisa sendirian untuk mewujudkan tujuan tersebut. Pihaknya ingin kegiatan ini juga membangun jejaring dan kolaborasi antara perpustakaan, sekolah, komunitas literasi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengembangan budaya literasi.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangandaran Heri Gustari memaparkan, peserta safari literasi ini dari berbagai kalangan.
Keterlibatan mereka diharapkan mampu memperluas gerakan membaca hingga ke berbagai lapisan masyarakat.
“Harapannya, para peserta dapat menjadi agen literasi yang menularkan semangat membaca ke masyarakat sekitar,” pungkasnya.





