Kunjungi Timor Leste, Megawati Bawa Usulan Kerja Sama dengan Indonesia

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri berkunjung ke Timor Leste dengan menawarkan usulan kerja sama yang bisa menguatkan fondasi hubungan kedua negara. Tidak hanya menyangkut upaya untuk menghadapi tantangan ke depan, tetapi juga pemikiran ideologis hingga berbagi pengalaman kaderisasi partai politik.

Megawati bertemu dengan Perdana Menteri Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmão, dalam agenda makan siang kerja (working lunch) di Palm Springs, Dili, Jumat (10/7/2026). Pertemuan bilateral ini dibingkai suasana kekeluargaan yang erat dan tidak hanya memunculkan nostalgia, tetapi juga komitmen strategis jangka panjang kedua negara.

Megawati mengawali pidatonya dengan menyebut perkembangan Dili yang kini jauh lebih ramai dibandingkan dengan masa lalu. Suasana formal mencair saat Megawati melontarkan seloroh khasnya kepada Xanana mengenai masa lalu mereka sebagai tokoh pergerakan yang akrab dengan jeruji besi.

”Saya sering menggoda Pak Xanana. Kalau beliau menyebut penjara sebagai ’universitas tertutup’, saya bilang bapak masih kalah dengan bapak saya (Bung Karno). Pak Xanana di LP Cipinang selama 7 tahun, bapak saya total menjalani 22 tahun penjara dan dibuang tiga kali,” kata Megawati yang disambut tawa hadirin.

Dalam pertemuan ini, Megawati menjabarkan tiga kerangka kerja sama konkret yang diusulkannya demi memperkuat fondasi hubungan kedua negara ke depan. Pertama, kerja sama maritim dan perubahan iklim via  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kedua, kajian nasionalisme komparatif via Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Ketiga, kerja sama institusi kepartaian. 

Menurut Megawati, Indonesia dan Timor Leste sebagai sesama negara kepulauan menghadapi ancaman nyata perubahan iklim, termasuk gejala El Nino dan risiko kekeringan. Oleh sebab itu, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini mengutus pakar kelautan yang juga Ketua DPP PDI-P Prof Dr Rokhmin Dahuri untuk menyusun langkah antisipasi bersama.

Sementara itu, dalam kajian nasionalisme komparatif, Megawati melihat adanya benang merah pemikiran ideologis antara Bung Karno dan Xanana Gusmão yang sama-sama digerakkan oleh semangat pembebasan dari kolonialisme. Dia berujar, kerja sama ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kembali minat membaca buku fisik di kalangan generasi muda yang kini mulai tergerus arus digitalisasi.

Dalam kerja sama institusi kepartaian, Megawati mengatakan PDI-P membuka pintu lebar untuk berbagi pengalaman pelembagaan partai dan penguatan kaderisasi dengan partai politik di Timor Leste, khususnya Partai Kongres Nasional Rekonstruksi Timor Leste (CNRT).

Baca JugaSelama 24 Tahun Dipendam, Megawati Ungkap Pergolakan Hatinya di Dili

Mengingat PDI Perjuangan memiliki rekam jejak sistemik dengan standar kualifikasi ISO dan Sekolah Partai, Megawati berharap kerja sama ini mampu menggenjot kreativitas dan inisiatif kepemimpinan anak muda serta kader perempuan di parlemen. Dia juga memberikan motivasi agar Timor Leste tidak pernah merasa kecil dalam peta geopolitik.

”Masa depan itu kita yang menentukan, bukan orang lain,” ujar Megawati.

Sahabat dekat

Dalam pidato kehormatannya, Xanana Gusmao menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran Megawati. Dia teringat momen krusial yang paling membekas baginya, yakni pada 20 Mei 2002 saat upacara pemulihan kemerdekaan Timor Leste.

”Di hadapan ribuan rakyat Timor dan para pemimpin dunia, seperti Kofi Annan dan Bill Clinton, kehadiran Anda (Megawati) kala itu mengubah momen kemerdekaan menjadi momen rekonsiliasi yang luar biasa,” ungkap Xanana.

Xanana juga memberikan penghormatan tinggi kepada Proklamator RI Bung Karno. Ayahanda Megawati ini, tuturnya, dinilai sebagai pemimpin global yang berhasil menggerakkan solidaritas bangsa-bangsa Asia-Afrika menentang kolonialisme demi menegakkan martabat manusia.

”Anda menunjukkan kepada dunia bahwa mantan pihak yang berseberangan dapat memilih jalan perdamaian dan martabat. Hari ini, Timor Leste tidak memiliki sahabat yang lebih dekat daripada Indonesia,” ujarnya menambahkan.

Baca JugaTimor Leste, Langkah Maju ASEAN

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Timor Leste Francisco Kalbuadi Lay juga mengungkapkan keakraban pertemuan ini. Dia berujar, seluruh hidangan yang disajikan sengaja berupa makanan rumahan biasa guna mempertegas atmosfer kekeluargaan yang intim.

Kalbuadi Lay memuji gaya komunikasi Megawati yang dinamis dan berbobot. Dia juga mengapresiasi persiapan matang oleh delegasi PDI-P yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto.

”Banyak yang terkesan, Ibu Mega memegang catatan yang ringkas, tetapi poin-poin yang disampaikan sangat luas dan mendalam saat di podium. Kami berharap anak muda di Timor Leste dapat belajar banyak dari ketokohan dua pemimpin besar, Ma Xanana dan Ibu Mega,” ujar Kalbuadi Lay.



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nggak Cuma Guru, Mendikdasmen Spill Rencana Angkat Operator Sekolah hingga Pustakawan
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Teruskan MBG, Prabowo: Tetapi Kita Sadar Banyak Juga Maling yang Menyusup...
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Jampidsus soal Rumah Sentul Digeledah: Dijelaskan dalam Proses Acara yang Benar
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Kemlu: D-8 HEI 2026 difokuskan memperkuat rantai pasok halal global
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Kuasa Hukum Ungkap Nasib Hubungan Insanul Fahmi dan Inara Rusli Setelah Resmi Cerai dari Wardatina Mawa
• 12 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.