Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi motor penggerak dalam memperkuat jiwa kewirausahaan di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU). Hal itu ditunjukkan melalui gelaran bertajuk International CEO Talks, MoU Signing & Startup Innovation Forum 2026.
Acara yang mengusung tema besar “Creating University Start-Ups to Strengthen Entrepreneurship of NU Higher Education Institutions for Better Contribution to SDGs Programs” ini digelar secara hibrida. Acara luring berlangsung di Hall KH Abdurrahman Wahid, Gedung Ali bin Abi Thalib (Pascasarjana) Lantai 7 Unisma, pada Jumat (10/7/2026).
Forum strategis ini dirancang untuk mempercepat lahirnya startup berbasis kampus yang mampu berkontribusi nyata pada program pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Rektor Unisma sekaligus Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., menegaskan bahwa agenda besar ini merupakan hasil kunjungan kerja internasional jajaran pimpinan ke sejumlah negara di Eropa pada awal bulan lalu.
“Forum hari ini dikemas dalam bentuk International CEO Talks. Kami menghadirkan empat pembicara global ternama sekaligus memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PTNU dengan tiga korporasi besar dari Belanda. Kami sangat berharap ada tindak lanjut konkret dari kolaborasi ini,” ujar Prof. Junaidi, Jumat (10/7/2026).
Dalam sambutannya di hadapan pimpinan PTNU se-Jawa Timur, Prof. Junaidi menceritakan pengalaman empirisnya saat membawa berbagai produk inovasi hasil riset dosen dan mahasiswa Unisma ke Eropa. Salah satu produk lokal yang berhasil mencuri perhatian pasar internasional adalah beras singkong.
“Kami membawa sampel produk startup mahasiswa dan dosen ke sana. Ketika kami bertemu dengan pimpinan ILG, Mr. Gassan, produk beras singkong kami langsung diuji coba. Bahkan sebelum rombongan kami kembali ke tanah air, beliau sudah menghubungi saya kembali dan bertanya, ‘Bisa tidak kalau kami dikirim 100 ton per bulan?’ Ini sebuah peluang yang sangat luar biasa,” ungkapnya.
Peluang ekspor tersebut langsung direspons cepat. Unisma menyatakan kesiapannya mengingat teknologi produksi yang dimiliki sudah sangat mumpuni melalui jalinan kerja sama manufaktur dengan salah satu perguruan tinggi di Nigeria. Sebagai informasi, ILG dikenal luas sebagai salah satu korporasi besar yang menguasai ekosistem ekspor-impor produk halal terbesar di Benua Eropa.
Lebih lanjut, Prof. Junaidi memaparkan bahwa jalinan kerja sama strategis ini tidak hanya berhenti di atas kertas kerja. Ke depannya, para CEO dan pakar internasional tersebut akan memberikan pendampingan intensif bagi inkubator bisnis dan startup yang lahir dari rahim perguruan tinggi, baik di Unisma maupun seluruh jejaring PTNU di bawah naungan PWNU Jawa Timur.
“Mereka berkomitmen untuk membimbing para inovator muda kita. Jika PTNU di Jawa Timur memiliki produk unggulan berstandar ekspor yang siap dipasarkan ke Eropa, Unisma siap memfasilitasi dan mengatur seluruh proses hilirisasinya,” tambah Rektor Unisma.
Selain sesi diskusi tingkat tinggi, acara ini juga mengintegrasikan Startup Innovation Forum. Sesi ini memberikan panggung khusus berupa Showcase Session bertajuk “Discovering Problems, Creating Ideas, SDGs Impact.”
Presentasi tidak hanya didominasi oleh mahasiswa Unisma, melainkan juga melibatkan inovator dari jenjang SD dan SMP se-Malang Raya. Mereka dinilai sebagai calon CEO masa depan.
Talenta muda tersebut mempresentasikan purwarupa bisnis mereka di hadapan para investor global yang terhubung secara daring dari Eropa. Model ini membuka peluang investasi langsung maupun penyaluran dana hibah demi pengembangan skala bisnis startup lokal ke ranah global.
Sesi inti International CEO Talk Show dipandu oleh moderator Imam K. Sesi ini membedah materi visioner dari para narasumber utama. Prof. Dr.-Ing. Hendro Wicaksono selaku Ketua Umum Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) dari Constructor University Bremen, Jerman, memaparkan urgensi pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam riset global melalui materi berjudul “AI, Global Research Collaboration & Entrepreneurial University Transformation: Connecting Indonesian Scientists Worldwide for Innovation and Research Commercialization.”
Narasumber kedua, Mr. Jeroen Rijnenberg selaku President Director SBDI Center Foundation, mengupas blueprint ekosistem bisnis berwawasan lingkungan melalui materi “Building Sustainable Business Ecosystem for SDGs Impact.” Disusul Mr. Guido Lassally, CEO Tauros Media Nederland B.V., yang membawakan topik “AI Agents for Entrepreneurial Startup Creation and Higher Education Transformation.”
Sementara itu, Mr. Dorotheus Wisman selaku pendiri sekaligus CEO Wise Use International B.V. Belanda membagikan wawasan mengenai pentingnya pemanfaatan sumber daya secara bijak dalam dunia industri modern. Rektor Unisma, Prof. Junaidi, turut melengkapi panel diskusi dengan materi “Entrepreneurial World Class University Milestone: Integrating Innovation, Global Collaboration, and SDGs Impact.”
Terdapat pula Awarding Ceremony untuk mengapresiasi inovator terbaik dalam beberapa kategori, di antaranya Best Young CEO Speaker, Most Inspiring Story, Best SDGs Idea, Best Sustainable Startup, dan Best Innovation for SDGs.
Agenda ini ditutup dengan prosesi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pimpinan LPTNU Jawa Timur dan Unisma dengan empat representatif institusi global, yakni I-4, Wise Use International B.V., Tauros Media Nederland B.V., dan SBDI Center Foundation.
“Terima kasih kepada Prof. Hendro, Mr. Jeroen, Mr. Guido, Mr. Teo, dan Mr. Gassan atas transfer keahlian serta dukungan nyata demi kemajuan startup di universitas kami,” pungkas Prof. Junaidi menutup sambutannya. (dan/kun)




