Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan oknum kelompok diduga penyedia lowongan kerja (loker) bodong di kawasan ruko Pangeran Tubagus Angke, Jakarta Barat, mengakui mereka merupakan penyalur dari perusahaan yang mencari pekerja.
Hal tersebut disampaikan Iin terkait hasil investigasi petugas Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudin Nakertransgi) di lokasi kelompok bersangkutan beroperasi.
"Berdasarkan keterangan Sudin Nakertransgi yang ke sana, itu ternyata sebelumnya sudah ada (praktik). Tapi sebenarnya mereka hanya penyalur (dari perusahaan penyedia lowongan)," kata Iin di Jakarta, Jumat.
Namun, hingga kini, pihak Pemkot Jakbar belum mengetahui identitas atau keberadaan perusahaan yang dimaksud. Sudin Nakertransgi pun masih mengusut perusahaan tersebut.
"Enggak tahu pusatnya di mana, yang jelas mereka di situ seperti kayak agen gitu, penyalur. Makanya lagi diselidiki dulu. Pusatnya di mana, kantornya di mana," tutur Iin.
Iin pun meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mengonfirmasi instansi berwenang guna mencegah penipuan lowongan kerja.
Ia juga meminta masyarakat untuk lebih kritisi terhadap rekrutmen pekerjaan yang dinilai mencurigakan dan disebar melalui media sosial atau secara daring, serta memastikan kebenarannya.
"Kalau terkait dengan lowongan pekerjaan, ya harusnya yang bersangkutan juga mengonfirmasi ke Sudin Nakertransgi, ada perwakilannya di kecamatan juga. Artinya, bisa ditanyakan ke pihak wilayah kecamatan maupun ke tingkat kota di Sudin Nakertransgi," kata Iin.
Adapun, pernyataan itu disampaikan menyusul adanya kasus dugaan rekrutmen palsu di wilayah Jakarta Barat.
Beberapa kasus rekrutmen bodong itu bahkan membuat para pelamar mengeluarkan uang dalam jumlah cukup besar demi lowongan pekerjaan yang diharapkan, namun mereka tak kunjung mendapat kejelasan.
Baca juga: Otoritas Jakbar periksa lokasi yang diduga tempat rekrutmen fiktif
Baca juga: Cara mengetahui lowongan kerja palsu, kenali ciri dan penjegahannya
Baca juga: Jangan terjebak, ini cara mudah kenali penipuan lowongan kerja
Hal tersebut disampaikan Iin terkait hasil investigasi petugas Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudin Nakertransgi) di lokasi kelompok bersangkutan beroperasi.
"Berdasarkan keterangan Sudin Nakertransgi yang ke sana, itu ternyata sebelumnya sudah ada (praktik). Tapi sebenarnya mereka hanya penyalur (dari perusahaan penyedia lowongan)," kata Iin di Jakarta, Jumat.
Namun, hingga kini, pihak Pemkot Jakbar belum mengetahui identitas atau keberadaan perusahaan yang dimaksud. Sudin Nakertransgi pun masih mengusut perusahaan tersebut.
"Enggak tahu pusatnya di mana, yang jelas mereka di situ seperti kayak agen gitu, penyalur. Makanya lagi diselidiki dulu. Pusatnya di mana, kantornya di mana," tutur Iin.
Iin pun meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mengonfirmasi instansi berwenang guna mencegah penipuan lowongan kerja.
Ia juga meminta masyarakat untuk lebih kritisi terhadap rekrutmen pekerjaan yang dinilai mencurigakan dan disebar melalui media sosial atau secara daring, serta memastikan kebenarannya.
"Kalau terkait dengan lowongan pekerjaan, ya harusnya yang bersangkutan juga mengonfirmasi ke Sudin Nakertransgi, ada perwakilannya di kecamatan juga. Artinya, bisa ditanyakan ke pihak wilayah kecamatan maupun ke tingkat kota di Sudin Nakertransgi," kata Iin.
Adapun, pernyataan itu disampaikan menyusul adanya kasus dugaan rekrutmen palsu di wilayah Jakarta Barat.
Beberapa kasus rekrutmen bodong itu bahkan membuat para pelamar mengeluarkan uang dalam jumlah cukup besar demi lowongan pekerjaan yang diharapkan, namun mereka tak kunjung mendapat kejelasan.
Baca juga: Otoritas Jakbar periksa lokasi yang diduga tempat rekrutmen fiktif
Baca juga: Cara mengetahui lowongan kerja palsu, kenali ciri dan penjegahannya
Baca juga: Jangan terjebak, ini cara mudah kenali penipuan lowongan kerja





