Pengiriman kendaraan di China, pasar terbesar Volkswagen, merosot 36,6 persen selama kuartal tersebut.
IDXChannel - Volkswagen melaporkan penurunan pengiriman kendaraan global sebesar 8,6 persen pada kuartal II-2026 seiring anjloknya penjualan di China yang lebih besar dibandingkan pertumbuhan di Amerika Utara dan Eropa Barat.
Melansir Reuters, Jumat (10/7/2026), pengiriman kendaraan di China, pasar terbesar Volkswagen, merosot 36,6 persen selama kuartal tersebut. Sementara itu, penjualan di Amerika Utara naik 7,7 persen dan di Eropa Barat meningkat 1,8 persen.
“Kondisi di China masih menantang. Kami tidak mampu menghindari penurunan signifikan pasar secara keseluruhan yang mencapai sekitar 20 persen,” ujar anggota komite eksekutif bidang penjualan Volkswagen, Marco Schubert, dalam pernyataannya.
Volkswagen menjadi produsen mobil Jerman terbaru yang melaporkan pelemahan penjualan di China, di tengah semakin ketatnya persaingan dari produsen lokal serta perlambatan permintaan yang menekan merek-merek asing.
Mercedes-Benz, BMW, dan Porsche juga melaporkan penurunan pengiriman pada kuartal II pekan ini akibat persaingan yang semakin sengit dan lemahnya permintaan di pasar China.
Penurunan pengiriman tersebut terjadi ketika Volkswagen tengah mempertimbangkan restrukturisasi besar-besaran yang berpotensi memangkas sekitar 100.000 lapangan kerja melalui pengurangan model kendaraan dan kapasitas produksi lebih lanjut guna meningkatkan profitabilitas.
Sementara itu, Audi, merek mobil premium milik Volkswagen, juga melaporkan penurunan pengiriman global sebesar 7 persen secara tahunan pada semester pertama tahun ini, karena persaingan di China dan tarif impor Amerika Serikat melemahkan permintaan.
Pengiriman Audi di China turun hampir 20 persen pada periode Januari–Juni, sedangkan di Amerika Utara merosot sekitar 17 persen, menurut perusahaan.
“Lingkungan pasar di China masih menantang dan sangat kompetitif,” kata Audi dalam pernyataannya.
Mereka menyebut tekanan harga, kenaikan harga bahan bakar, serta perubahan kebijakan subsidi sebagai faktor yang membebani permintaan.
(NIA DEVIYANA)





