Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudin Nakertransgi) akan memanggil terduga penyedia lowongan kerja bodong beserta para korban yang merasa dirugikan pada pekan depan untuk dimintai keterangan secara terpisah.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan pemanggilan dijadwalkan berlangsung pada Senin (13/7) atau Selasa (14/7) agar masing-masing pihak dapat memberikan penjelasan terkait dugaan rekrutmen bodong tersebut.
Ia mengungkapkan, "Senin (13/4) atau Selasa (14/7) kami panggil. Jadi antara perusahaannya (terduga penyedia loker bodong) dipanggil, serta korban atau yang pemohon cari kerja itu. Jadi masing-masing dipanggil dulu, kami tanyai dulu."
Pemeriksaan Awal dan Penelusuran PerusahaanSudin Nakertransgi telah melakukan inspeksi ke lokasi terduga penyalur lowongan kerja bodong di kawasan Ruko Pangeran Tubagus Angke, Jakarta Barat, pada Rabu (8/7) dan Kamis (9/7).
Setelah pemeriksaan awal dilakukan, pihak terduga penyalur lowongan kerja bodong menyatakan bersedia memenuhi panggilan Pemerintah Kota Jakarta Barat pada pekan depan.
Berdasarkan hasil inspeksi tersebut, oknum kelompok yang diduga menyediakan lowongan kerja bodong mengakui hanya bertindak sebagai penyalur dari perusahaan yang sedang mencari pekerja.
Hingga saat ini, Pemerintah Kota Jakarta Barat belum mengetahui identitas maupun keberadaan perusahaan yang disebut oleh kelompok tersebut.
Sudin Nakertransgi masih melakukan penelusuran untuk mengungkap perusahaan yang dimaksud.
Kasus Rekrutmen Bodong Jadi SorotanKasus rekrutmen bodong di Jakarta Barat menjadi sorotan setelah sejumlah pelamar kerja mengaku diminta membayar uang dalam jumlah cukup besar untuk memperoleh lowongan pekerjaan.
Meski telah mengeluarkan sejumlah uang, para pelamar tersebut hingga kini belum mendapatkan kejelasan mengenai pekerjaan yang dijanjikan.




