DPR Minta Siapa Pun yang Terlibat dalam Kasus Pembakaran 3 Santri di Lombok Ditindak Tegas

republika.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani mendesak aparat penegak hukum mengusut secara tuntas kasus terbakarnya tiga santri di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia menilai kasus terbakarnya tiga santri di Kabupaten Lombok Tengah ini telah mencoreng citra NTB sebagai daerah seribu masjid dan seribu pesantren. 

"Kita tidak ingin nama NTB tercoreng gara-gara kasus ini," kata Lalu Hadrian Irfani usai sosialisasi RUU Sisdiknas di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Kamis. 

Baca Juga
  • KPAI: Keluarga Santri Korban Dibakar Senior Terkendala Biaya untuk Berobat
  • Sudah Satu Tahun tapi Belum Ada Tersangka di Kasus 3 Santri Lombok yang Dibakar Hidup-Hidup
  • Kapolda NTB Pastikan Tersangka Kasus Pembakaran Santri di Lombok Ditetapkan Pekan Ini
"Siapapun yang terlibat dalam kasus ini kita minta secara profesional untuk ditindak tegas," kata dia menambahkan.

Untuk itu, politisi dari daerah pemilihan (Dapil) NTB 2 Pulau Lombok ini, meminta APH menindak tegas kasus ini. "Siapa pun yang bersalah dalam kasus ini harus dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegasnya. 

.rec-desc {padding: 7px !important;} Selain meminta agar kasus ini diusut hingga tuntas, pihaknya meminta Kementerian Agama melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, untuk tanggap dan mencari solusi terhadap peristiwa ini, khususnya kesulitan pembiayaan perawatan para santri yang menjadi korban terbakar. "Kita harap Kanwil Kemenag NTB segera mencarikan solusi untuk biaya perawatan, kesehatan, dan keberlangsungan pendidikan ketiga santri," ucap Hadrian. 

Menurutnya, Komisi X DPR RI tidak ingin akibat kasus ini tiga santri yang menjadi korban harus terhenti pendidikannya. "Jadi, apakah itu karena korban kekerasan, korban regulasi, atau korban apa pun yang menghambat pendidikan kami tidak ingin pendidikan mereka terhenti, termasuk pihak Ponpes juga harus bertanggungjawab," ujarnya. 

Selain itu, ia meminta seluruh Ponpes yang ada di NTB untuk lebih membuka diri terhadap kasus-kasus yang menimpa santri. Kemudian menjaga nama baik NTB yang terkenal sebagai seribu ponpes agar di mata nasional dan internasional, daerah ini menjadi lokasi pendidikan yang bermutu, dan memiliki SDM yang berkualitas. 

"Makanya saya mengimbau kepada seluruh Ponpes di NTB untuk menjadikan Ponpes sebagai tempat menyiapkan generasi unggul yang memiliki etika, moral, sopan santun agama yang baik sebagai bekal mereka melanjutkan tongkat estafet pembangunan di NTB," katanya

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Piala AFF 2026, John Herdman Tegaskan Timnas Indonesia Tak Gentar Hadapi Vietnam
• 20 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Rachmat Gobel Meninggal Dunia
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
REI Expo Batam 2026 Bidik Transaksi Rp100 Miliar, Optimistis Pasar Properti Bergairah
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
KPK Sebut Eks Sekjen MPR Pakai Uang Gratifikasi untuk Biayai Resepsi Anak
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Gagal Bawa Portugal ke Babak 8 Besar, Ini Rekam Jejak Cristiano Ronaldo di Piala Dunia
• 17 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.