Polisi menyita sejumlah barang bukti dalam rangkaian penggeledahan di beberapa lokasi terkait kasus dugaan korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel. Menariknya, polisi juga menyita foto keluarga sebagai barang bukti.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan foto tersebut disita saat polisi menggeledah sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat (Jabar).
"Dan barang bukti berupa dua bingkai foto keluarga," kata Budi Hermanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/7/2026).
Namun Budi enggan memerinci foto keluarga tersebut milik siapa. Budi mengatakan pihaknya juga belum bisa menampilkan barang bukti foto itu dalam jumpa pers karena alasan privasi.
"Kami sampaikan bahwa untuk foto tidak akan kami tampilkan karena ada hal-hal yang bersifat privasi yang harus kami jaga. Di situ terdapat foto keluarga dan kami juga harus tetap melindungi keluarga serta pihak-pihak lainnya," jelasnya.
Polisi telah memeriksa 15 saksi terkait kasus tersebut. Budi memastikan pihaknya akan mengumumkan tersangka dalam waktu dekat, meski ia belum menyebutkan secara gamblang jadwal rilis yang dimaksud.
"Bukan malam ini, tetapi dalam waktu dekat kami akan menyampaikan terkait tersangka dalam perkara yang ditangani oleh joint investigation oleh Kortastipidkor dan Polda Metro Jaya," kata Budi.
Kortastipidkor Polri Geledah Lokasi Terkait 3 Kasus KorupsiPolda Metro Jaya sebelumnya melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi pada Rabu (8/7) terkait tiga dugaan korupsi tersebut. Di antaranya, polisi menggeledah sebuah money changer dan Cafe de'Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan (Jaksel), hingga sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor.
Polisi menyita berbagai barang bukti dalam proses penggeledahan tersebut, mulai dari emas batangan hingga valuta asing (valas) senilai miliaran rupiah.
Rentetan penggeledahan itu berkaitan dengan tiga kasus dugaan korupsi besar. Kakortastipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, menyebutkan pengusutan kasus-kasus itu ditangani bersama melalui skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Dia mengatakan kasus-kasus itu terkait dugaan korupsi pengadaan batu bara yang memicu blackout, kasus mega korupsi ASABRI, hingga kasus penyelesaian utang dari PT CBS kepada PT KNI yang merupakan anak perusahaan BUMN Krakatau Steel.
Terbaru, polisi menggeledah ruko di Cipete, Jakarta Selatan. Satu per satu penyidik keluar dari ruko dan memboyong sejumlah barang bukti, mulai dari koper besar, tas jinjing berwarna kuning, hingga monitor komputer.
Atensi PresidenBudi kembali menegaskan bahwa penanganan tiga kasus korupsi ini dilakukan untuk menindaklanjuti arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Polri berkomitmen penuh mendukung prioritas nasional pemerintah dalam memperkuat pemberantasan korupsi.
"Kami hadir untuk menyampaikan proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi, dan atau tindak pidana pencucian uang," kata Budi.
Dia mengatakan penanganan perkara tersebut sejalan dengan Asta Cita ketujuh dalam agenda pemerintah, yakni memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi.
"Pemberantasan tindak pidana korupsi ini merupakan atensi Presiden Republik Indonesia dalam program prioritas Asta Cita ketujuh, yaitu memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi," ujarnya.
Budi menambahkan, Polri merupakan bagian dari aparatur negara yang wajib menjalankan prioritas nasional tersebut. Perkara kakap ini ditangani langsung melalui joint investigation antara Kortastipidkor Polri dan tim Polda Metro Jaya.
(wnv/aik)





