JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Kementerian BUMN periode 2005-2010, Said Didu, menilai Presiden Prabowo Subianto sangat tidak hati-hati dalam memilih orang yang membantunya di pemerintahan, sehingga berujung dikhianati.
Hal itu disampaikan Said Didu menanggapi fakta bahwa sejumlah orang kepercayaan Presiden Prabowo diduga terlibat praktik dugaan korupsi.
“Sangat tidak hati-hati dalam memilih orang-orang,” ucap Said Didu dalam Program Rosi Kompas TV, Kamis (9/7/2026).
“Karena saya melihat begini, selalu Pak Presiden menyatakan, ada empat kriteria dia pakai patriotism, nasionalisme, integritas, profesionalisme. Tapi, yang dipilih adalah koncoisme. Padahal yang dikemukakan ini terus.”
Baca Juga: YLBHI Kritik TNI yang Jaga Rumah Jampidsus Kejagung: Ada Ancaman Bersenjata Serang Kejaksaan?
Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur menilai Presiden Prabowo telah gagal menjalankan sejumlah program prioritasnya. Bukan hanya program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga Koperasi Desa Merah Putih.
“Kekuasaan, power itu potensinya korup, nah kalau dikasih kekuasaannya absolut, maka absolut juga korupnya. Yang terjadi Prabowo tidak membangun landasan bagaimana mencegah power untuk tidak korup,” ujar Isnur.
Dalam pemerintahan Prabowo Subianto, ada sejumlah program prioritas yang dicanangkan. Satu di antaranya makan bergizi gratis (MBG) yang diperuntukkan bagi siswa siswi di sekolah hingga ibu hamil.
Baca Juga: TNI Jaga Rumah Jampidsus, Pengamat: Blunder, Harusnya Pengamanan Institusi, Bukan Individu
Namun belakangan program tersebut menjadi sorotan masyarakat luas karena Dadan Hindayana yang ditunjuk dan dipercaya Presiden Prabowo sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) diduga melakukan tindak pidana korupsi.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- said didu
- presiden prabowo subianto
- prabowo subianto
- prabowo tidak hati-hati
- prabowo koncoisme





