Said Didu Sebut Prabowo Sangat Tidak Hati-Hati Pilih Pembantunya: Yang Dipilih Koncoisme

kompas.tv
13 jam lalu
Cover Berita
Sekretaris Kementerian BUMN 2005-2010 Said Didu (Sumber: Tangkapan layar Youtube Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Kementerian BUMN periode 2005-2010, Said Didu, menilai Presiden Prabowo Subianto sangat tidak hati-hati dalam memilih orang yang membantunya di pemerintahan, sehingga berujung dikhianati.

Hal itu disampaikan Said Didu menanggapi fakta bahwa sejumlah orang kepercayaan Presiden Prabowo diduga terlibat praktik dugaan korupsi.

“Sangat tidak hati-hati dalam memilih orang-orang,” ucap Said Didu dalam Program Rosi Kompas TV, Kamis (9/7/2026).

“Karena saya melihat begini, selalu Pak Presiden menyatakan, ada empat kriteria dia pakai patriotism, nasionalisme, integritas, profesionalisme. Tapi, yang dipilih adalah koncoisme. Padahal yang dikemukakan ini terus.”

Baca Juga: YLBHI Kritik TNI yang Jaga Rumah Jampidsus Kejagung: Ada Ancaman Bersenjata Serang Kejaksaan?

Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur menilai Presiden Prabowo telah gagal menjalankan sejumlah program prioritasnya. Bukan hanya program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga Koperasi Desa Merah Putih.

“Kekuasaan, power itu potensinya korup, nah kalau dikasih kekuasaannya absolut, maka absolut juga korupnya. Yang terjadi Prabowo tidak membangun landasan bagaimana mencegah power untuk tidak korup,” ujar Isnur.

Dalam pemerintahan Prabowo Subianto, ada sejumlah program prioritas yang dicanangkan. Satu di antaranya makan bergizi gratis (MBG) yang diperuntukkan bagi siswa siswi di sekolah hingga ibu hamil.

Baca Juga: TNI Jaga Rumah Jampidsus, Pengamat: Blunder, Harusnya Pengamanan Institusi, Bukan Individu

Namun belakangan program tersebut menjadi sorotan masyarakat luas karena Dadan Hindayana yang ditunjuk dan dipercaya Presiden Prabowo sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) diduga melakukan tindak pidana korupsi.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • said didu
  • presiden prabowo subianto
  • prabowo subianto
  • prabowo tidak hati-hati
  • prabowo koncoisme
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akademisi Unhas Nilai Penataan PKL Makassar Humanis, Hasil Penelitian Akan Dipresentasikan di Barcelona
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Suporter Maroko yakin timnya kalahkan Prancis yang tangguh
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Polisi tangkap dua pria bawa narkoba dalam razia di Cengkareng
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Fajar Sad Boy Kini "Happy Boy", Warganet Dibuat Penasaran
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Unila dorong pengembangan Kampung Prancis di Metro  
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.