Kejayaan Nvidia Pelan-Pelan Mulai Runtuh, Ternyata Ini Penyebabnya

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: Nvidia. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Era kejayaan Nvidia di dunia AI mulai menurun tajam. Ini terjadi setelah rentetan kesuksesan yang mereka terima.

Nvidia dikenal sebagai perusahaan chip terkemuka di dunia. Ditambah saat pengembangan AI yang begitu pesat, membuat perusahaan makin sukses.


Sayangnya kesuksesan itu mulai memudar. Salah satunya, Bloomberg melaporkan harga saham perusahaan menurun 15% sejak puncaknya bulan Mei lalu.

Valuasi Nvidia juga lebih murah daripada rata-rata S&P. Investor juga mengeluarkan uang lebih sedikit dari proyeksi keuntungan Nvidia dibandingkan perusahaan Amerika Serikat (AS) lainnya, dikutip Tech Crunch, Jumat (10/7/2026).

Pilihan Redaksi
  • Beli Android TV Murah di Ecommerce, Awas Malah Rekening Terkuras
  • Xi Jinping Akhirnya Menyerah, Buka Pintu Lebar-Lebar Buat AS

Selain itu, era chip yang sempat langka juga akhirnya berakhir. Harga sewa chip dilaporkan terjun bebas setelah mencapai US$3,20 per jam pada Mei lalu.

Di saat penurunan terjadi, para pesaing Nvidia mengalami sebaliknya. Nilai perusahaan seperti Micron juga terus naik, hampir tiga kali lipat.

Para perusahaan seperti Google, Amazon, Microsoft dan OpenAI berupaya mengurangi ketergantungan pada chip AI. Mereka merilis prosesor kustom sendiri.

Chip buatan sendiri itu memang tidak sebaik model Nvidia. Namun dapat menurunkan harga komputasi, dan kemunduran bagi Nvidia.

"Semakin banyak pemain GPU dan akselerator yang memasuki pasar. Semua orang ingin membuat silikon sendiri, namun tidak ada yang membuat DRAM sendiri," jelas CTO dan salah satu pendiri Ornn, Wayne Nelms.

"Sampai ada terobosan teknologi besar pada HBM (memori bandwidth tinggi), pergeseran penawaran dan permintaan atau seseorang yang baru masuk pasar memori, saya pikir keadaan akan tetap sama," dia menambahkan.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Perkuat Konektivitas, Komdigi Bangun Jaringan-Lelang Frekuensi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jampidsus Febrie Tegaskan Tidak Terkait dengan Pemberitaan yang Beredar di Media Sosial
• 37 menit lalukompas.tv
thumb
Persib Tanpa Ekspektasi di Piala Presiden 2026, Target Utama ACL Two dan 3 Kompetisi Lainnya
• 19 jam lalubola.com
thumb
Prabowo Sebut Tentara Arab Pesan Senapan dari PT Pindad: Senjata Kita Teruji
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Soal Oknum Anggota DPRD, DPW PKB Sulsel Tegas, Terbukti Melanggar Hukum, Dipecat dari Partai
• 13 jam laluterkini.id
thumb
Anindya Bakrie: IPO RANS Bukti Industri Kreatif Indonesia Mampu Ciptakan Perusahaan Besar
• 19 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.