Dalam sesi wawancara terbaru di laman resmi klub, pelatih asal Portugal ini secara terbuka mengakui bahwa dirinya bukanlah sosok yang sempurna dan pernah melakukan sederet kesalahan di klub sebelumnya. Hal itu berujung pada pemecatan dirinya dari posisi pelatih kepala MU pada Januari lalu. Enggan Cari Kambing Hitam, Fokus pada Proses Belajar Bagi seorang manajer papan atas, mengakui kesalahan di depan media bukanlah hal yang mudah. Namun, Amorim memilih untuk tidak bersembunyi. Ketika ditanya mengenai blunder atau kegagalan spesifik di masa lalu, ia menjelaskan bahwa setiap kesalahan tidak bisa dinilai secara hitam-putih tanpa melihat dinamika internal tim.
"Sulit menjelaskan kesalahan yang saya buat pada pekerjaan sebelumnya karena saya harus menjelaskan semua konteks yang ada di tim sebelumnya," tutur Amorim.
Alih-alih menyalahkan keadaan atau mencari kambing hitam, Amorim menegaskan bahwa fokus utamanya adalah memetik pelajaran dari setiap proses tersebut. Baca juga: Ramos, Modric, dan Pulisic akan jadi Pemain Kunci Amorim di Milan "Sangat sulit menunjuk semua kesalahan yang saya buat. Satu-satunya hal yang saya bisa katakan adalah saya belajar banyak dan saya melakukan sejumlah kesalahan," bebernya dengan dewasa.
Sikap ksatria ini justru menuai pujian dari banyak pihak. Di tengah tekanan tinggi yang menyelimuti penunjukkan dirinya sebagai arsitek anyar Il Diavolo Rosso, kemampuan untuk mengevaluasi diri dinilai menjadi modal krusial bagi Amorim untuk membawa Milan kembali ke jalur juara. Pesan Menyentuh dan Permintaan Maaf untuk Fans Manchester United Selain berbicara soal masa lalunya, Amorim juga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan permintaan maafnya kepada para pendukung setia MU di seluruh dunia. Ia menyampaikan permohonan maaf karena dinamika kepindahannya yang begitu cepat membuat dirinya belum sempat memberikan perpisahan yang layak.
"Saya tidak punya kesempatan sebelumnya, dan saya minta maaf untuk itu, untuk mengatakan sesuatu kepada fans Manchester United. Saya bangga bisa menjadi pelatih mereka," ungkap mantan pelatih Sporting Lisbon tersebut.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)





