JAKARTA, DISWAY.ID - Polda Metro Jaya memamerkan sejumlah barang bukti hasil penggeledahan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan proyek batu bara yang menyeret sejumlah perusahaan, yakni PLN, PT Asabri, Krakatau Steel, serta PT CBS-PT KNI.
Uang dan emas tersebut disita dari kafe de'Clan Cipete dan rumah mewah di Sentul milik pribadi Jampidsus Febrie Adriansyah.
Barang bukti tersebut diperlihatkan kepada awak media dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat, 10 Juli 2026 malam.
BACA JUGA:Jampidsus Febrie Sebut Rp476 Miliar dan 74 Kg Emas 'Ada Pemiliknya': Bisa Dipertanggungjawabkan
Dalam pengungkapan kasus tersebut, penyidik mengamankan berbagai aset bernilai fantastis dari sembilan lokasi berbeda yang diduga berkaitan dengan praktik TPPU hasil tindak pidana korupsi.
Lokasi penggeledahan meliputi sebuah restoran di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, hingga sebuah ruko yang juga berada di kawasan Cipete.
Dari hasil penggeledahan, polisi menyita uang tunai dalam mata uang rupiah maupun valuta asing dengan total nilai diperkirakan mencapai sekitar Rp500 miliar.
BACA JUGA:Aksi Massa Mendesak Febrie Segera Dicopot dari Jampidsus Menggema, Minta Prabowo Turun Tangan
Selain uang tunai, penyidik juga mengamankan sekitar 74 kilogram emas, sejumlah telepon genggam, dua unit monitor, serta tiga koper yang diduga digunakan untuk menyimpan barang bukti maupun dokumen terkait perkara tersebut.
Seluruh barang bukti itu ditata dan diperlihatkan di hadapan awak media sebagai bagian dari pemaparan perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi dan TPPU yang tengah ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.
BACA JUGA:Jampidsus Febrie Akui Sosok Foto Keluarga di Rumah Mewah yang Digeledah Polisi di Sentul
Jelang dimulainya konferensi pers, suasana di Gedung Promoter Polda Metro Jaya tampak dijaga ketat oleh aparat kepolisian.
Puluhan personel Polri dan Brimob disiagakan di berbagai titik, baik di dalam maupun di luar gedung tempat konferensi pers berlangsung.
Sejumlah personel terlihat membawa senjata laras panjang sebagai bagian dari pengamanan kegiatan, mengingat besarnya nilai barang bukti yang dipamerkan dalam perkara dugaan korupsi dan TPPU tersebut.





