Jakarta (ANTARA) - Petenis Jerman Alexander Zverev melangkah ke final Wimbledon untuk pertama kalinya setelah mengalahkan petenis kualifikasi dari tuan rumah, Arthur Fery, dengan 7-6(0), 6-2, 6-4 pada semifinal di Centre Court, London, Jumat.
"Wimbledon selalu menjadi Grand Slam yang paling sulit bagi saya, dan sekarang saya akhirnya berada di final. Saya sangat bahagia, bangga kepada tim, dan kini hanya tinggal satu pertandingan lagi," ujar Zverev pascapertandingan itu seperti dikutip laman ATP.
Kemenangan yang diraih dalam waktu dua jam 14 menit itu mengakhiri perjalanan mengejutkan Fery, yang menjadi sorotan berkat penampilannya hingga empat besar.
Zverev menjadi petenis putra Jerman ketiga yang mencapai final Wimbledon setelah Boris Becker dan Michael Stich.
Zverev tampil lebih efektif setelah melalui set pembuka yang ketat.
Meski kehilangan keunggulan break, petenis berusia 29 tahun itu mendominasi tie-break tanpa memberi satu poin pun kepada Fery sebelum mengendalikan dua set berikutnya melalui servis pertama yang solid dan permainan agresif dari baseline.
Juara French Open 2026 itu kini mencatat 13 kemenangan beruntun dalam Grand Slam.
Baca juga: Djokovic vs Sinner: Duel dua generasi perebutkan tiket final Wimbledon
Selama perjalanan ke final Wimbledon tahun ini, Zverev hanya kehilangan dua set dalam enam pertandingan dan dipastikan naik ke peringkat kedua ATP pekan depan.
Di final yang akan berlangsung Minggu (12/7), Zverev akan menghadapi pemenang pertandingan semifinal lain antara juara bertahan Jannik Sinner dan juara tujuh kali Wimbledon Novak Djokovic.
Jika juara, ia akan menjadi petenis ketujuh pada era Open yang menjuarai French Open dan Wimbledon pada musim yang sama.
Meski tersingkir, Fery menutup Wimbledon dengan pencapaian terbaik dalam kariernya.
Petenis berusia 23 tahun itu menjadi petenis putra Inggris kelima pada era Open yang mencapai semifinal Wimbledon setelah Andy Murray, Roger Taylor, Tim Henman, dan Cameron Norrie.
Fery yang awalnya berperingkat 114 dunia mengalahkan Damir Dzumhur, Otto Virtanen, Zizou Bergs, Grigor Dimitrov, dan Flavio Cobolli sebelum dihentikan Zverev.
Penampilannya di All England Club mendongkrak posisinya 78 strip ke peringkat 36 ATP Live Rankings.
Baca juga: Muchova dan Noskova ciptakan final sesama petenis Ceko di Wimbledon
"Wimbledon selalu menjadi Grand Slam yang paling sulit bagi saya, dan sekarang saya akhirnya berada di final. Saya sangat bahagia, bangga kepada tim, dan kini hanya tinggal satu pertandingan lagi," ujar Zverev pascapertandingan itu seperti dikutip laman ATP.
Kemenangan yang diraih dalam waktu dua jam 14 menit itu mengakhiri perjalanan mengejutkan Fery, yang menjadi sorotan berkat penampilannya hingga empat besar.
Zverev menjadi petenis putra Jerman ketiga yang mencapai final Wimbledon setelah Boris Becker dan Michael Stich.
Zverev tampil lebih efektif setelah melalui set pembuka yang ketat.
Meski kehilangan keunggulan break, petenis berusia 29 tahun itu mendominasi tie-break tanpa memberi satu poin pun kepada Fery sebelum mengendalikan dua set berikutnya melalui servis pertama yang solid dan permainan agresif dari baseline.
Juara French Open 2026 itu kini mencatat 13 kemenangan beruntun dalam Grand Slam.
Baca juga: Djokovic vs Sinner: Duel dua generasi perebutkan tiket final Wimbledon
Selama perjalanan ke final Wimbledon tahun ini, Zverev hanya kehilangan dua set dalam enam pertandingan dan dipastikan naik ke peringkat kedua ATP pekan depan.
Di final yang akan berlangsung Minggu (12/7), Zverev akan menghadapi pemenang pertandingan semifinal lain antara juara bertahan Jannik Sinner dan juara tujuh kali Wimbledon Novak Djokovic.
Jika juara, ia akan menjadi petenis ketujuh pada era Open yang menjuarai French Open dan Wimbledon pada musim yang sama.
Meski tersingkir, Fery menutup Wimbledon dengan pencapaian terbaik dalam kariernya.
Petenis berusia 23 tahun itu menjadi petenis putra Inggris kelima pada era Open yang mencapai semifinal Wimbledon setelah Andy Murray, Roger Taylor, Tim Henman, dan Cameron Norrie.
Fery yang awalnya berperingkat 114 dunia mengalahkan Damir Dzumhur, Otto Virtanen, Zizou Bergs, Grigor Dimitrov, dan Flavio Cobolli sebelum dihentikan Zverev.
Penampilannya di All England Club mendongkrak posisinya 78 strip ke peringkat 36 ATP Live Rankings.
Baca juga: Muchova dan Noskova ciptakan final sesama petenis Ceko di Wimbledon





