JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebanyak 329 titik pengamatan di Indonesia atau sekitar 6,77 persen wilayah pengamatan tercatat mengalami hari tanpa hujan selama 31 hingga 60 hari hingga awal Juli 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi tersebut terjadi seiring meluasnya musim kemarau dan menguatnya pengaruh El Nino yang menekan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Prakirawan BMKG Sentia mengatakan musim kemarau kini terus meluas dan sebagian wilayah mulai memasuki puncak musim kemarau.
"Musim kemarau di wilayah Indonesia terpantau semakin meluas dengan sebagian wilayah sudah mulai berada pada puncak musim kemarau," kata Sentia melalui siaran BMKG, Jumat (10/7/2026).
BMKG mencatat sebanyak 342 zona musim (ZOM) atau 48,9 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau pada awal Juli. Jumlah itu bertambah 11,3 persen dibandingkan dasarian sebelumnya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu 11 Juli 2026: Bibit Siklon 97W Picu Hujan di Sejumlah Wilayah Indonesia
El Nino dan Massa Udara Kering Tekan Curah HujanSentia menjelaskan berkurangnya curah hujan dipengaruhi masuknya udara kering dari selatan Indonesia yang membuat pembentukan awan hujan menjadi lebih sulit.
Selain itu, BMKG mencatat fenomena El Nino masih berlangsung dan turut menekan curah hujan di berbagai wilayah.
"Kondisi El Nino berpotensi mengurangi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia," ujar Sentia.
BMKG juga memprakirakan curah hujan pada pertengahan Juli masih didominasi kategori rendah.
Penulis : Danang Suryo Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- musim kemarau
- El Nino
- hari tanpa hujan
- cuaca Indonesia





