Penampilan Drama Bahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Suara tepuk tangan memenuhi aula saat para siswa tampil pada acara open house Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, kemarin. Para siswa dari SRMP 18 Lombok Barat, SRD 3 Lombok Timur, SRD 4 Lombok Barat, dan SRMA 38 Lombok Timur tampil percaya diri di hadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Mereka menampilkan yel-yel, tarian tradisional, baris variasi, pencak silat, pidato bahasa Arab, Inggris, dan Jepang serta paduan suara dan puisi. Beberapa siswa juga menampilkan mikro drama bertajuk 'Putri Mandalika' menggunakan dialog Bahasa Inggris dan kostum yang menarik.

"Long ago, in Lombok, there lived a beautiful and wise princess named Mandalika," ujar sang narator drama dalam keterangannya, Sabtu (11/7/2026).

Penampilan para siswa membuat Gus Ipul, para orang tua, serta calon siswa bangga. Hal ini membuktikan di Sekolah Rakyat, siswa tidak hanya belajar ilmu pengetahuan umum, namun juga mendapatkan pembentukan karakter dan pelatihan keterampilan.

"Alhamdulillah anak-anakku setelah satu tahun memperoleh pembelajaran, sekarang sudah tampak lebih percaya diri, semangat, optimis untuk meraih cita-citanya, dan saya lihat juga, Alhamdulillah sudah ada yang berprestasi," katanya.

Baca juga: Menteri PKP: Gentengnisasi Digenjot Bareng Program Bedah Rumah se-RI

Gus Ipul menjelaskan sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran, melainkan melalui penjangkauan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Sekolah Rakyat menjangkau keluarga-keluarga yang belum beruntung, keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan, keluarga yang berada di desil satu (DTSEN), desil satu itu adalah keluarga yang secara sosial ekonomi berada pada peringkat paling bawah," jelasnya.

Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar kepada keluarga-keluarga yang belum sejahtera, salah satunya melalui pembangunan Sekolah Rakyat.

"Untuk itu anak-anakku sekalian, yang calon-calon siswa ini, manfaatkan kesempatan ini dengan baik, manfaatkan kesempatan ini untuk meraih cita-citamu, sebagai persembahan dari Bapak Presiden Prabowo," ucap Gus Ipul.

Gus Ipul pun mengajak para kepala sekolah, guru, wali asuh, wali asrama, dan tenaga kependidikan untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas. Ia berharap tidak ada penyimpangan dalam penyelenggaraan sekolah rakyat.

"Sehingga tujuan daripada penyelenggaran sekolah rakyat ini, bisa benar-benar direalisasikan yaitu melahirkan anak-anak yang tangguh, anak-anak yang pintar, anak-anak yang berkarakter, anak-anak yang memiliki keterampilan," katanya.

Usai menonton penampilan siswa, para orang tua calon siswa tampak yakin untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat. Salah satunya yaitu Jannah, ibu dari M. Faturrohman, calon siswa SRMP 18 Lombok Barat.

Baca juga: Wamensos Tegaskan Percepatan Program Sekolah Rakyat Harus Sesuai Mekanisme

Jannah mengungkapkan kesulitan untuk menyekolahkan anaknya. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja tidak cukup, mengingat penghasilan suaminya dari mencari ikan tidak menentu.

Namun, hadirnya Sekolah Rakyat memberikan harapan bagi Jannah untuk menyekolahkan anaknya secara gratis dengan lingkungan yang berkualitas.

"Dan saya berterima kasih sekali kepada pak Presiden Prabowo, karena adanya sekolah ini, anak kami bisa mendapatkan pendidikan yang layak, bisa mencapai cita-citanya," kata Jannah.

Jannah adalah satu dari ribuan orang tua yang mendapatkan manfaat dari Sekolah Rakyat. Kedepan, jumlah siswa akan terus bertambah menyusul pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen yang ditargetkan rampung bulan ini.

Sebagai informasi, terdapat lima titik Sekolah Rakyat rintisan yang saat ini telah beroperasi di Nusa Tenggara Barat, dua di Kabupaten Lombok Timur, dua di Kabupaten Lombok Barat, dan satu lagi di Kabupaten Sumbawa.

Acara ini turut dihadiri Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurohman Taufik, Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman, para Kepala Sekolah Rakyat, pilar-pilar sosial, dan pejabat terkait lainnya.




(akd/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ubed Buka Suara soal Regenerasi Tunggal Putra Indonesia: Ada Beban, Tapi Jadi Motivasi
• 11 jam laludisway.id
thumb
AS Setop Serangan ke Iran, Ada Upaya Diplomasi di Balik Layar
• 15 jam laludetik.com
thumb
Soal Uang Rp476 Miliar di Rumah Sentul, Jampidsus: Bisa Dipertanggungjawabkan
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Pemilik Pacific Place Tan Kian
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Korban Tewas Gempa Venezuela Jadi 4.118 Orang, 16.740 Terluka
• 27 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.