HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kader Nahdlatul Ulama (NU) dari wilayah Sulawesi dan Indonesia Timur menyatakan dukungan terhadap AGH Prof Nasaruddin Umar untuk memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031.
Dukungan tersebut didasarkan pada rekam jejak kepemimpinan, pengalaman organisasi, serta kiprahnya dalam mengembangkan pendidikan Islam dan memperkuat peran NU di tingkat nasional.
Wakil Ketua PWNU Sulsel, Dr. KH. Bunyamin Yafid, Lc., M.A.,
mengatakan Prof Nasaruddin Umar merupakan sosok yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan kedekatan dengan warga nahdliyin.
Menurutnya, Prof Nasaruddin Umar telah lama berkiprah di lingkungan NU, mulai dari PMII, PWNU Sulawesi Selatan hingga dipercaya mengemban amanah di PBNU.
“Beliau merupakan ulama yang memiliki pengalaman organisasi lengkap dan memahami kebutuhan warga NU. Rekam jejak kepemimpinannya menjadi salah satu alasan kuat dukungan dari kader NU di Sulawesi dan Indonesia Timur,” ujar Bunyamin.
Ia menjelaskan, Prof Nasaruddin Umar saat ini memimpin Pondok Pesantren As’adiyah, salah satu pesantren tertua dan terbesar di Indonesia Timur.
Pada Muktamar As’adiyah 2022, ia kembali dipercaya memimpin pesantren tersebut secara aklamasi.
Dalam waktu kurang dari dua tahun kepemimpinannya, lanjut Bunyamin, Pondok Pesantren As’adiyah mengalami perkembangan yang signifikan.
Saat ini, jaringan Pondok Pesantren As’adiyah telah mencapai sekitar 543 cabang yang tersebar di berbagai daerah.
Selain dikenal sebagai ulama dan pengasuh pesantren, Prof Nasaruddin Umar juga memiliki latar belakang akademisi.
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan dinilai memiliki kemampuan memadukan pemikiran keislaman dengan penguatan kelembagaan organisasi.
Bunyamin menambahkan, Prof Nasaruddin Umar juga memiliki pengalaman panjang di lingkungan PBNU, termasuk pernah menjabat sebagai Katib Aam PBNU.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membawa NU semakin maju, mandiri, serta mampu berperan aktif di tingkat nasional dan global.
Menurutnya, dukungan terhadap Prof Nasaruddin Umar tidak hanya datang dari Sulawesi, tetapi juga mengalir dari berbagai wilayah luar Pulau Jawa, khususnya Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.
Para kader berharap kepemimpinan Prof Nasaruddin Umar mampu menghadirkan NU yang lebih visioner, merakyat, mandiri, serta semakin memperkuat persatuan warga nahdliyin di seluruh Indonesia.





