Jemput Bola Pembebasan Lahan Normalisasi Kali Ciliwung

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Metode jemput bola dipakai dalam pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Ciliwung. Posko layanan dibuka dekat permukiman untuk permudah seluruh proses, sehingga warga tidak perlu berurusan dengan calo.

Jemput bola mulai dijalankan di RW 03 Kelurahan Cawang, Jakarta Timur sejak awal 2026. Dinas Sumber Daya Air Jakarta mendirikan satu posko layanan. Petugas membantu warga setempat melengkapi alas hak hingga pengurusan surat keterangan dari camat, lurah, dan akta notaris.

Total ada 170 rumah yang akan dibebaskan sebelum digusur untuk normalisasi Kali Ciliwung. Per Juli 2026 ini, sudah 62 rumah dibebaskan. Sebanyak 108 lainnya dalam proses pembayaran. Rumah-rumah tersebut telah rata dengan tanah pada Jumat (10/7/2026).

Keberadaan rumah-rumah tersebut selama puluhan tahun mengokupasi bantaran kali. Warga pun selalu kebanjiran tiap kali kali meluap akibat hujan deras.

Pemprov Jakarta lalu menyiapkan pembebasan lahan agar sepanjang bantaran kali bisa dinormalisasi. Masalahnya, selama proses pembebasan, warga sempat kesulitan menemui petugas terkait . Karena itulah posko dibuka untuk mempercepat prosesnya.

"Kami buka posko pelayanan di lokasi pembebasan lahan untuk jemput bola. Saat ini dalam menyusun dokumen-dokumennya dibantu petugas dengan target di Cawang harus selesai tahun 2026," tutur Kepala Dinas Sumber Daya Air Jakarta, Ika Agustin Ningrum, saat meninjau lokasi RW 03 Cawang.

Pemprov Jakarta mengalokasikan anggaran Rp 300 miliar untuk pembebasan lahan dan normalisasi Kali Ciliwung, Kali Cakung Lama, dan Kali Krukut. Khusus Ciliwung, normalisasi akan dilakukan sepanjang 33,69 kilometer (km).

Sampai Juli ini, normalisasi segmen Pintu Air Manggarai-Jalan MT Haryono sepanjang 7,01 km dengan rencana pembangunan tanggul sepanjang 14,99 km pada dua sisi baru terealisasi 8,24 km.

Sementara segmen Jalan MT Haryono-Jalan TB Simatupang sepanjang 12,89 km memiliki rencana pembangunan tanggul sepanjang 18,70 km. Yang terealisasi mencapai 8,90 km.

Baca JugaNormalisasi Sungai Ciliwung Dilanjutkan, Pembebasan Tanah Dikebut
Baca JugaCerita dari Kali Cakung Lama Menjelang Lima Abad Jakarta
Calo

Gubernur Jakarta Pramono Anung di sela peninjauan RW 03 menyoroti adanya calo dalam pembebasan lahan untuk normalisasi. Warga diharapkan memanfaatkan posko dekat permukiman sehingga menerima ganti untung sesuai haknya.

Jemput bola, kata Pramono, akan diterapkan untuk seterusnya. Di setiap lokasi akan selalu tersedia posko pelayanan sehingga warga langsung dilayani tanpa calo.

"Selama ini sering ada pihak-pihak yang menjadi penghubung. Kalau pakai penghubung malah tidak terbayar," ujar Pramono.

Adanya posko pelayanan, lanjut Pramono, membuat pembebasan lahan menjadi cepat dan kondusif. Namun, tak dipungkiri masih ada warga yang belum sepakat dengan ganti untung.

Dalam peninjauan kedua kalinya ini Pramono menyatakan progres di lapangan berjalan sesuai rencana. Untuk itu, pembebasan lahan ditargetkan tuntas akhir tahun 2026.

"Apabila target tersebut tercapai, maka pada tahun 2027 bertepatan dengan 500 tahun kota Jakarta, normalisasi salah satu sumbu utama, Kali Ciliwung di Cawang dapat terwujud. Kawasan Rawajati, Pengadegan, dan Cililitan mudah-mudahan juga akan terselesaikan karena penetapan lokasinya sudah kami tandatangani," ucap Politisi PDI Perjuangan itu.

Ganti untung

Sebagian warga masih menunggu negosiasi ganti untung pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung. Mereka berharap nominalnya cukup untuk pindah tak jauh dari lokasi awal tempat mencari nafkah.

Wati (55), salah satunya. Rumahnya masih dalam proses penaksiran harga.

"Penginnya bisa buat usaha sama kayak di sini biar ada pemasukan," kata Wati. Ia membuka warung kelontong di lantai 1 rumahnya. Rumahnya merupakan bangunan dua lantai karena banjir bisa merendam seluruh lantai 1, baik dari luapan kali ataupun hujan deras.

Ketua RT 15 RW 03, Eka menyebutkan bahwa tersisa 40 rumah dalam proses pembebasan lahan di wilayahnya. Warga sepakat dengan besaran ganti untung yang bervariasi sesuai ukuran rumah karena itu pilihan paling realistis.

"Rumah saya juga kena. Beda-beda per meternya. Ya, mau nggak mau, kami sepakat daripada nggak dapat apa-apa," ujar Eka.

Kebanyakan warga tidak memilih relokasi ke rumah susun. Mereka pindah ke area terdekat.

Anggota Komisi D DPRD Jakarta, Pantas Nainggolan sesuai peninjauan mendorong keterlibatan warga demi kelancaran normalisasi Kali Ciliwung. Tujuannya adalah risiko banjir bisa dikurangi dan warga hidup lebih layak.

"Pada waktunya semua sungai akan jadi bagian depan dari Jakarta. Bukan lagi bagian belakang," kata Pantas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Muncul di Hadapan Publik Setelah Diterpa Beragam Isu, Ini Klarifikasi Jampidsus
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Kasus Dokter Icha, Pacar dan Orangtua Diperiksa Polda NTT
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Purbaya Ingatkan Integritas ASN Jadi Penentu Daya Saing RI
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jampidsus Febrie Akui Rumah Sentul yang Digeledah Polri Punya Pribadi, Tapi Tidak Ada di LHKPN
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Prediksi Skor Pertandingan Spanyol vs Belgia, Yamal Cs Berpeluang Cetak Dua Gol
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.