JAKARTA, KOMPAS.com - Pemandangan tak biasa terlihat di Markas Polda Metro Jaya sejak Kamis (9/7/2026) pagi.
Di gerbang utama dari arah kawasan SCBD, pengendara yang hendak masuk satu per satu diminta menghentikan kendaraan.
Petugas bersenjata memeriksa kartu identitas, meminta pengunjung membuka helm dan masker, lalu menanyakan keperluan mereka sebelum portal dibuka.
Baca juga: Puluhan Polisi Bersenjata Bersiaga di Mapolda Metro Jaya Kamis Malam
Tak jauh dari pintu masuk, kendaraan taktis (rantis) Brimob bersiaga.
Gerbang dari arah Jalan Gatot Subroto juga dijaga berlapis.
Bahkan, pelayanan kepada masyarakat sempat dihentikan selama sekitar setengah jam sebelum akhirnya dibuka kembali.
Pengamanan berlapis itu bukan tanpa alasan.
Di balik penjagaan ketat tersebut, penyidik tengah mengamankan barang bukti hasil rangkaian penggeledahan di 12 lokasi yang berkaitan dengan dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), suap, dan gratifikasi dalam perkara pengadaan batu bara PLN, PT Asabri, Jiwasraya, hingga Krakatau Steel.
Dari penggeledahan yang dilakukan tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya itu, polisi menyita uang dalam berbagai mata uang asing, emas batangan seberat 74 kilogram, dokumen, telepon seluler, hingga barang bukti lain yang nilainya sekitar Rp 543 miliar.
Baca juga: Mapolda Metro Jaya Dijaga Ketat Rantis Brimob
Dimulai sejak sita barang bukti
Sehari setelah penggeledahan berlangsung, iring-iringan kendaraan taktis Brimob memasuki kompleks Mapolda Metro Jaya dengan membawa sejumlah koper berisi barang bukti.
Pantauan Kompas.com, sedikitnya enam koper berbagai ukuran diturunkan di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.
Salah satu koper berwarna hijau menjadi perhatian karena ditempeli secarik kertas bertuliskan, "Koper 2: 25 batang emas 1 Kg."
Koper tersebut diketahui berasal dari rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, yang digeledah penyidik pada Rabu malam.
Sejak saat itu, pengamanan di lingkungan Polda Metro Jaya diperketat.