Jakarta: Setiap gelaran Piala Dunia selalu diwarnai dengan polemik yang mempertanyakan keadilan wasit dan ofisial pertandingan. Usai laga Argentina vs Mesir pada Piala Dunia 2026 yang dimenangi oleh tim Lionel Messi dkk dengan skor 3-2 setelah sempat tertinggal 2-0 hingga menit ke-78, polemik mengenai netralitas wasit kembali mencuat usai pelatih Mesir, Hossam Hassan, bersikukuh timnya telah dicurangi.
"Mungkin mereka ingin mempertahankan sang juara bertahan agar tetap berada di turnamen. Mungkin mereka ingin Messi tetap memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh," ujar Hassan usai pertandingan, seperti dikutip dari ANTARA.
Teori konspirasi mengenai sikap pilih kasih FIFA pun cepat menyebar di internet. Banyak warganet berspekulasi bahwa federasi sepak bola dunia tersebut tidak ingin tim yang diperkuat salah satu pemain paling bernilai di dunia gugur lebih cepat, sehingga melakukan berbagai cara untuk memastikan mereka kembali menjuarai turnamen setelah kesuksesan di edisi 2022.
Namun, pengumuman terbaru dari FIFA justru menghadirkan ironi yang cukup menarik. Pasalnya, tiga dari wasit dan ofisial yang ditunjuk untuk memimpin laga Argentina vs Swiss di babak perempat final esok pagi berasal dari Portugal, negara asal dari rival abadi Messi, Cristiano Ronaldo, yang timnya sudah lebih dulu angkat koper di babak 16 besar.
Daftar Wasit dan Ofisial Argentina vs Swiss "
Ilustrasi: X/@FIFAcom
Berdasarkan pengumuman resmi FIFA melalui platform X, berikut adalah susunan tim wasit dan ofisial yang akan memimpin jalannya laga tersebut pada Minggu, 12 Juli 2026 pukul 08.00 WIB:
Posisi Nama Negara Wasit utama Joao Pinheiro Portugal Asisten wasit 1 Bruno Jesus Portugal Asisten wasit 2 Luciano Maia Portugal Ofisial keempat Drew Fischer Kanada Reserve assistant referee Michael Barwegen Kanada Profil Singkat Joao Pinheiro Joao Pinheiro memiliki nama lengkap João Pedro Silva Pinheiro. Berdasarkan data Transfermarkt, ia lahir pada 4 Januari 1988 di Vila Nova de Famalicão, Portugal. Ia tercatat sebagai wasit dari AF Braga dan telah menyandang status sebagai wasit FIFA sejak tahun 2016.
Pinheiro mulai memimpin pertandingan di kasta tertinggi Liga Portugal pada tahun 2015. Sejak saat itu, namanya kian dikenal di level Eropa maupun internasional. UEFA bahkan pernah menunjuknya sebagai wasit utama dalam laga UEFA Super Cup 2025 yang mempertemukan Paris Saint-Germain dan Tottenham Hotspur di Udine, Italia.
Laga Argentina vs Swiss ini akan menjadi pertandingan ketiga yang dipimpin oleh Joao Pinheiro di sepanjang gelaran Piala Dunia 2026. Sebelumnya, ia sukses memimpin laga Swiss vs Bosnia-Herzegovina yang berakhir dengan skor 4-1 untuk Swiss, serta laga Kanada vs Afrika Selatan yang dimenangi Kanada dengan skor tipis 1-0.
Baca Juga:
Jadwal Pertandingan Argentina vs Swiss di 8 Besar Piala Dunia 2026 Jalannya Laga Prancis vs Maroko, Ada Kecurangan?
Facunda Tello. (Dok. AFA)
Sebelumnya, warganet sempat ramai berasumsi penunjukan seluruh wasit dan ofisial asal Argentina untuk laga Prancis vs Maroko sengaja dirancang demi menyingkirkan Prancis, yang merupakan rival berat Argentina. Tujuannya disinyalir agar Maroko bisa melenggang mulus ke babak berikutnya dan mempermudah jalan Argentina menuju tangga juara. Namun, apakah teori konspirasi tersebut terbukti benar di lapangan?
Secara umum, memang ada beberapa keputusan wasit asal Argentina, Facunda Tello yang mengundang perdebatan, tetapi keputusan-keputusan tersebut justru dinilai lebih menguntungkan kubu Les Bleus, seperti memberi Prancis penalti pada menit ke-25, yang digagalkan kiper Yassine Bounou.
Kontroversi paling menyita perhatian terjadi pada menit ke-60 ketika Mbappe berhasil mencetak gol pertama yang mengubah papan skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Prancis. Beberapa pemain Maroko sempat melayangkan protes karena menilai ada pelanggaran handball yang dilakukan oleh gelandang Prancis, Adrien Rabiot, dalam proses membangun serangan sebelum gol tercipta. Namun gol tersebut tetap disahkan.
"Gol itu tercipta dari situasi... perebutan bola yang meragukan. Beberapa pemain sempat berhenti karena mereka melihat adanya handball," ucap pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, kepada beIN Sports usai pertandingan. Meski demikian, Ouahbi juga secara sportif mengakui bahwa dirinya tidak tahu pasti apakah insiden tersebut memang layak dijatuhi hukuman pelanggaran atau tidak.
Keputusan wasit Tello lainnya juga dinilai cukup berpihak pada Prancis. Sebagai contoh, pada menit ke-63 ketika Mbappe dijatuhkan oleh Issa Diop, wasit langsung menghadiahi kartu kuning untuk pemain Maroko tersebut.
Secara keseluruhan, jalannya pertandingan lebih banyak didominasi oleh skuad Prancis. Maroko bahkan kesulitan menciptakan peluang dan tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran (on target) hingga menit ke-84.
Di sisi lain, Prancis tampil jauh lebih efektif dengan menciptakan berbagai peluang emas, mulai dari penalti Mbappe, tembakan Lucas Digne yang membentur mistar gawang, hingga akhirnya gol dari Ousmane Dembele pada menit ke-66.
Gol tersebut mengunci kemenangan Prancis dengan skor akhir 2-0 tanpa perlawanan berarti, sekaligus mengantarkan mereka ke babak semifinal untuk menantang Spanyol yang tadi malam sukses menyingkirkan Belgia.




