JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan kilogram terong dan kacang panjang, dipanen dari kebun kelompok petani (Poktan) GSG 07 di RW 07 Kelurahan Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat.
Hasil panen dijual murah kepada warga sekitar.
Kasmin, ketua Poktan GSG 07 Kembangan, mengatakan, sedikitnya 20 kilogram terong dan 20 kilogram kacang panjang dipanen pada Jumat (10/7/2026).
"Hasil panennya kemarin dijual ke warga, ya kadang-kadang buat Jumat berkah," kata Kasmin kepada Kompas.com saat ditemui sedang sibuk bertani di kebon, Sabtu (11/7/2026).
Baca juga: Kebakaran TPA Jatiwaringin Padam, Pendinginan Dilanjut hingga 14 Juli
Setidaknya empat hari sekali, terong dan kacang panjang selalu panen dari kebun seluas sekitar 3.500 meter persegi itu.
Hasil panen dijual ke warga jauh lebih murah jika dibandingkan membeli di pasar tradisional ataupun modern.
"Misalkan bayam, ya misalkan di luar Rp 10.000, di sini ya Rp 7.000," jelas dia.
Di kebon yang berada di permukiman warga itu, Kasmin dan anggota lainnnya menanam sejumlah tanaman di antaranya labu, cabai, terong, kacang panjang, dan sejenisnya.
Selain itu, di sini juga terdapat tanaman hidroponik yang ditumbuhi dengan tanaman pakcoy.
"Selain tanaman, kami juga ada perikanan, mulai dari ikan nila, ikan lele, itu kami ada. Jadi bukan hanya bercocok tanam, tapi juga melakukan budidaya ikan," ucap Kasmin.
Suwandi, selaku ketua LMK RW 07 mengapresiasi kegiatan di Poktan GSG 07 Kembangan yang menurutnya sangat bermanfaat khususnya berkaitan dengan edukasi.
Baca juga: 3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong Jaktim, PAM Jaya Minta Mitra Tanggung Jawab
Menurut Suwandi, Poktan GSG 07 juga menjadi sarana eduwisata khususnya berkaitan dengan pertanian dan juga perikanan.
"Awalnya memang kan bagaimana caranya warga ini bisa apa ya, menjadikan ketahanan pangan itu khusus di RW 07, awalnya itu," kata Suwandi.
Lambat laun, Poktan GSG 07 Kembangan semakin dilirik. Bahkan mahasiswa dari luar negeri bertandang ke lokasi ini untuk tujuan edukasi dan sejenisnya.
"Tapi lambat laun ada apresiasi dari mana aja kan gitu. Dan ini pun di poktan ini kan juga ada edukasi dari usia dini anak-anak itu, terus mahasiswa dan sebagainya buat edukasi ya," ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




