Harga CPO Catat Kenaikan Mingguan Perdana dalam 3 Pekan

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) ditutup melemah lebih dari 1 persen pada perdagangan Jumat (10/7/2026).

Harga CPO Catat Kenaikan Mingguan Perdana dalam 3 Pekan. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) ditutup melemah lebih dari 1 persen pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Meski demikian, harga CPO tetap membukukan kenaikan mingguan pertama dalam tiga pekan.

Kontrak CPO acuan untuk pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun 1,81 persen menjadi 4.511 ringgit Malaysia per ton.

Baca Juga:
Harga Minyak Naik 5 Persen Sepekan di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

Sepanjang pekan ini, kontrak tersebut masih menguat 0,69 persen, sekaligus mengakhiri tren pelemahan selama dua pekan berturut-turut.

Direktur Pelindung Bestari Paramalingam Supramaniam mengatakan tekanan terhadap harga muncul setelah data Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menunjukkan persediaan minyak sawit Malaysia naik ke level tertinggi dalam empat bulan pada Juni.

Baca Juga:
Saham BBRI-BBCA Cs Jadi Motor Penguatan IHSG Sepekan

Peningkatan produksi yang lebih cepat dibandingkan permintaan memicu kekhawatiran terhadap penyerapan pasokan.

"Dengan data MPOB yang menunjukkan persediaan berada di level tersebut, pelaku pasar memperkirakan penyerapan permintaan lebih lemah sehingga memberikan tekanan terhadap harga," kata Paramalingam, dikutip Reuters.

Baca Juga:
Situasi Global Tak Menentu, Fundamental dan Kolaborasi Diperkuat Agar Ekosistem Asuransi Tetap Sehat

Pelemahan harga CPO juga dipengaruhi oleh penurunan harga minyak nabati pesaing.

Kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian turun 0,93 persen, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 1,76 persen.

Di Chicago Board of Trade (CBOT), harga minyak kedelai turut terkoreksi 0,2 persen.

Harga CPO umumnya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Di sisi lain, harga minyak dunia melemah pada Jumat, namun masih berada di jalur kenaikan mingguan setelah kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, sehingga memicu kekhawatiran terhadap pasokan.

Pelemahan harga minyak mentah juga membuat CPO menjadi bahan baku biodiesel yang kurang menarik secara ekonomi.

Sementara itu, lembaga survei kargo memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada 1-10 Juli meningkat antara 1,6 persen hingga 5,1 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.

Dari Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kebijakan peningkatan mandatori biodiesel dari B40 menjadi B50 akan meningkatkan konsumsi CPO menjadi sekitar 16,3 juta hingga 17 juta ton, dari sebelumnya 15,2 juta ton. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Manfaat Berjemur di Pagi Hari untuk Kesehatan Fisik dan Mental-Tips Kesehatan
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dunia Kacau Balau, Negara-Negara Kaya Kompak Hamburkan Uang Buat Ini
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bupati di Jateng Kembali Kena OTT, KP2KKN: Pakta Integritas Hanya Seremoni
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sikap yang Bisa Membuat Kamu Tidak Disukai Orang Lain
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Kedalaman Tembus 28 Meter
• 1 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.