EtIndonesia.com Kepolisian Thailand baru-baru ini membongkar sebuah sindikat pemalsuan pencatatan kelahiran lintas negara. Sindikat tersebut diduga menggunakan “ayah palsu” untuk membantu anak-anak berkewarganegaraan Tiongkok memperoleh kewarganegaraan Thailand. Hingga saat ini, 16 orang telah ditangkap.
Berdasarkan laporan Bangkok Post, polisi Thailand mengungkap jaringan pemalsuan akta kelahiran yang diduga memanfaatkan pria berkewarganegaraan Thailand sebagai “ayah palsu” untuk mengakui hubungan ayah-anak secara fiktif. Modus ini diduga membantu sedikitnya 164 anak berkewarganegaraan Tiongkok memperoleh kewarganegaraan Thailand.
Polisi telah mengidentifikasi 42 tersangka, dan sejauh ini 16 orang telah ditangkap. Para tersangka mencakup pegawai rumah sakit, pejabat pemerintah, serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
Menurut polisi, kasus ini terungkap ketika mereka menyelidiki sebuah kasus penipuan dan pencucian uang berskala besar. Dalam penyelidikan tersebut, polisi menemukan bahwa tiga anak milik seorang tersangka warga negara Tiongkok memiliki paspor Thailand. Penemuan itu kemudian mengarah pada terbongkarnya sindikat yang dijuluki “kelompok ayah palsu”.
Modus operandi sindikat ini adalah mengatur agar perempuan warga negara Tiongkok melahirkan di Thailand. Setelah itu, seorang pria warga negara Thailand melakukan pernikahan palsu atau mengakui hubungan ayah-anak secara fiktif, sehingga proses pencatatan kelahiran dapat diselesaikan dan anak tersebut memperoleh kewarganegaraan Thailand.
Penyelidikan juga mengungkap dugaan pelanggaran lain. Polisi menemukan bahwa salah satu “ayah palsu” yang terlibat dalam kasus ini ternyata memiliki 10,2% saham di China Railway No. 10 Engineering Group (CREC 10) dan diduga bertindak sebagai nominee (pemegang saham atas nama) bagi perusahaan tersebut di Thailand.
Perusahaan konstruksi itu disebut sebagai salah satu kontraktor yang terkait dengan kasus runtuhnya Gedung Kantor Audit Negara Thailand di Bangkok pada Maret tahun lalu. Insiden itu mengakibatkan 95 orang meninggal dunia.
Dilaporkan oleh Zheng Shengxun untuk New Tang Dynasty Television.





