Indonesia-Maroko Percepat Perjanjian Dagang, Bidik Pasar ASEAN, Afrika hingga Eropa

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA –Indonesia dan Maroko mempercepat upaya penguatan hubungan ekonomi dengan mendorong penyelesaian Preferential Trade Agreement (PTA) dan memperluas kerja sama investasi.

Langkah ini dinilai strategis karena kedua negara memiliki posisi geografis yang saling melengkapi sebagai pintu masuk menuju kawasan ASEAN, Afrika, Eropa, dan Mediterania.

Baca Juga :
BEI: Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
Aftech Petakan 5 Transisi Fintech RI dalam Laporan AMS 2025–2026, Simak Detilnya

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti Widya Putri dengan Wakil Perdagangan Luar Negeri Maroko Omar Hejira di Jakarta.

Pertemuan itu membahas percepatan kerja sama perdagangan, investasi, serta peningkatan keterlibatan sektor swasta kedua negara.

Wamendag Roro menilai, potensi perdagangan Indonesia dan Maroko masih jauh lebih besar dibandingkan realisasi saat ini. Sebagai negara dengan pasar yang saling melengkapi, kedua pihak memiliki peluang untuk memperluas akses produk dan investasi di kawasan strategis masing-masing.

“Di dalam ASEAN, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar ketiga Maroko. Mengingat ukuran ekonomi kedua negara dan pasar yang saling melengkapi, kami meyakini masih ada ruang yang cukup besar untuk lebih memperluas perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Maroko,” jelas Roro, dalam keterangannya, Sabtu 11 Juli 2026

Indonesia menawarkan akses ke pasar ASEAN yang dihuni lebih dari 680 juta penduduk. Sebaliknya, Maroko menjadi gerbang penting menuju pasar Afrika, Eropa, dan kawasan Mediterania. Kombinasi tersebut dinilai dapat membuka jalur perdagangan baru sekaligus memperkuat posisi kedua negara dalam rantai pasok global.

Untuk mempercepat integrasi ekonomi, Indonesia juga mendorong aktivasi kembali perundingan PTA yang sempat tertunda. Menurut Roro, penandatanganan Mutual Recognition Agreement (MRA) mengenai Jaminan Produk Halal antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Indonesia dan Institut Marocain de Normalisation (IMANOR) Maroko pada 20 Mei 2026 menjadi fondasi penting untuk melanjutkan negosiasi tersebut.

“Indonesia berharap dapat segera mengaktifkan kembali negosiasi tersebut. Pasalnya, Preferential Trade Agreement (PTA) dan MRA tentang Jaminan Produk Halal akan memberikan dasar yang kuat untuk kepercayaan yang lebih dalam dan kerja sama yang lebih erat antara pelaku usaha kedua negara sehingga perdagangan bilateral dapat berkembang,” ujar Roro.

Baca Juga :
Airlangga Pede Ekonomi RI Semester II-2026 Bakal Kembali Menguat
Kontroversi Terbaru Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe Disinyalir Diving untuk Dapatkan Penalti saat Prancis Tekuk Maroko
Kylian Mbappe Alami Cedera saat Bantu Prancis Kalahkan Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil Tan Kian, Konglomerat Pemilik Ritz Carlton Jakarta yang Diamankan Polisi
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Profil Febrie Adriansyah, Jampidsus yang Mundur Usai Rumahnya Digeledah Polri
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Ini Kata Polisi Soal Peluang Periksa Jampidsus Terkait Kasus Korupsi dan TPPU
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Duetkan Alex Marquez dengan Fabio Di Giannantonio untuk MotoGP Musim Depan, Bos KTM Taruh Harapan Besar
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Biaya Haji 2027 Terancam Melonjak, Menhaj Jamin Efisiensi Tak Korbankan Kualitas Layanan
• 23 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.