TABLOIDBINTANG.COM - Festival Film Wartawan (FFW) 2026 resmi memasuki babak baru. Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) membentuk Komite Seleksi yang beranggotakan 21 wartawan film dari berbagai media nasional untuk memulai rangkaian penjurian ajang apresiasi perfilman tersebut.
Pembentukan komite seleksi dilakukan dalam rapat perdana yang berlangsung di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (9/7).
Langkah ini menjadi penanda dimulainya proses seleksi film-film Indonesia terbaik yang akan bersaing di Festival Film Wartawan (FFW) tahun ini.
Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan, Irini Dewi Wanti menilai media memiliki peran yang tidak terpisahkan dari perkembangan industri perfilman nasional.
Menurutnya, sebuah karya film membutuhkan dukungan publikasi agar dapat menjangkau penonton secara luas.
"Media menjadi corong utama yang membuat sebuah film dikenal masyarakat dan berkembang di industri," ujar Irini.
Irini menjelaskan, keberhasilan sebuah film tidak hanya ditentukan oleh kualitas produksi, tetapi juga melibatkan banyak pihak, mulai dari para sineas, pekerja kreatif, pelaku industri bioskop, penonton, hingga media massa.
Karena itu, kritik maupun apresiasi yang disampaikan wartawan film dinilai mampu menjadi dorongan positif bagi para pembuat film untuk terus meningkatkan kualitas karya mereka.
"Kritik maupun pujian yang dilontarkan oleh media seharusnya menjadi motivasi agar ekosistem perfilman Indonesia semakin tangguh," terang Irini.
Irini juga mengapresiasi konsistensi Festival Film Wartawan yang telah hadir selama 15 tahun sebagai ruang apresiasi bagi insan perfilman sekaligus mendorong tumbuhnya literasi film di Indonesia.
Menurutnya, Kementerian Kebudayaan berkomitmen mendukung penyelenggaraan FFW agar memiliki tata kelola yang semakin profesional dan berkelanjutan.
Pemerintah, kata dia, berperan sebagai fasilitator agar festival ini terus berkembang dan mampu memperkuat ekosistem perfilman nasional.
Selain menjadi ajang penghargaan, Festival Film Wartawan dinilai memiliki peran penting dalam memacu kreativitas sineas Indonesia.
Bahkan film dari berbagai genre, termasuk horor, disebut dapat menjadi media untuk memperkenalkan nilai budaya, tradisi, hingga pendidikan karakter kepada masyarakat.
Irini berharap FFW tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga memiliki arah pengembangan yang jelas melalui perencanaan jangka panjang sehingga mampu memberi dampak lebih besar bagi industri film Tanah Air.
"Semoga kita bisa terus mengapresiasi film-film Indonesia, menumbuhkan kreativitas insan perfilman, dan menjadikan media sebagai mitra terbaik," pungkas Irini.
Komite Juri Festival Film Wartawan 2026 sendiri terdiri dari 21 wartawan film berpengalaman yang akan melakukan proses kurasi serta menentukan film, insan perfilman, dan karya terbaik yang tayang pada periode Oktober 2025 hingga September 2026.
Dengan keterlibatan para jurnalis film dari berbagai media, Festival Film Wartawan 2026 diharapkan kembali menjadi salah satu tolok ukur apresiasi perfilman Indonesia yang mengedepankan objektivitas, kualitas karya, sekaligus mendukung kemajuan industri film nasional.




