KONI Kediri Raya Matangkan Venue Porprov Jatim 2029, Siapkan 75 Cabor dan Opsi Kolaborasi Regional

beritajatim.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kediri (beritajatim.com) – KONI Kabupaten Kediri dan KONI Kota Kediri semakin memantapkan langkah sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Jawa Timur 2029. Memasuki koordinasi tahap kedua, kedua daerah telah merampungkan pemetaan awal venue pertandingan, menyusun pembagian cabang olahraga (cabor), hingga menyiapkan langkah administratif untuk mempercepat terbitnya Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur.

Koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan Kediri Raya menjadi penyelenggara ajang olahraga terbesar tingkat provinsi yang diproyeksikan melibatkan ribuan atlet, pelatih, dan ofisial dari seluruh Jawa Timur.

Dalam pertemuan tersebut, KONI Kabupaten Kediri mengunci pemetaan awal infrastruktur olahraga yang akan digunakan untuk 40 cabang olahraga.

Ketua Umum KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, menegaskan pihaknya berkomitmen mempersiapkan seluruh fasilitas olahraga secara maksimal.

“Kalau target, kita pasti secara maksimal ya untuk mempersiapkan venue-venue yang nantinya akan kita gunakan untuk Porprov tahun 2029,” ujarnya.

Menurut Hakim, seluruh venue akan dipersiapkan agar memenuhi standar penyelenggaraan kompetisi tingkat provinsi sekaligus memberikan kenyamanan bagi atlet dan ofisial.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap atlet yang bertanding di Kabupaten Kediri mendapatkan fasilitas terbaik. Empat puluh nomor cabor ini representasi kesiapan infrastruktur kami yang merata di berbagai kecamatan,” tegasnya.

Sementara itu, KONI Kota Kediri mengusulkan 35 cabang olahraga digelar di wilayah Kota Kediri.

Pembagian tersebut dinilai mampu menciptakan pemerataan penyelenggaraan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas olahraga yang dimiliki kedua daerah.

Ketua Umum KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, menilai sinergi antara Kota dan Kabupaten Kediri menjadi modal penting menuju sukses penyelenggaraan.

“Semoga ini menjadi momentum sebagai tuan rumah bersama yang solid. Kediri Raya harus melebur, tidak ada lagi sekat ego sektoral antara kota atau kabupaten,” katanya.

Ia menjelaskan konsep kebersamaan juga diwujudkan melalui rencana pembukaan Porprov yang dipusatkan di Kota Kediri, sedangkan penutupan akan dilaksanakan di Kabupaten Kediri.

Buka Peluang Kolaborasi dengan Tulungagung dan Blitar

Selain memaksimalkan fasilitas olahraga di Kediri Raya, kedua KONI juga membuka peluang kerja sama dengan daerah sekitar apabila terdapat cabang olahraga yang membutuhkan venue khusus.

Beberapa daerah yang masuk dalam opsi kolaborasi di antaranya Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Blitar.

“Tentu nanti akan kita tawarkan oleh tuan rumah atau KONI-KONI sekitar, dari Tulungagung atau Blitar, sekitar Kediri. Tentunya atas petunjuk dari Ketua KONI Jatim,” ujar Hakim.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk fleksibilitas sekaligus upaya memastikan seluruh cabang olahraga memperoleh venue yang sesuai standar.

Setelah menyepakati pembagian cabang olahraga dan lokasi pertandingan, tahap berikutnya adalah menyerahkan draf resmi kepada KONI Jawa Timur.

Dokumen tersebut akan menjadi dasar koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk penerbitan SK Gubernur Jawa Timur yang menetapkan Kediri Raya sebagai tuan rumah Porprov XI/2029.

Eko Agus Koko berharap proses administrasi dapat berjalan cepat sehingga tahapan persiapan berikutnya segera dimulai.

“Harapannya semoga nanti KONI Jatim akan segera berkoordinasi dengan Gubernur sehingga muncul surat resminya, ya SK-nya. Kalau SK itu sudah keluar, baru kita bisa segera melangkah untuk berikutnya,” pungkasnya.

Dengan pemetaan 75 cabang olahraga, kesiapan infrastruktur, serta terbukanya peluang kolaborasi lintas daerah, Kediri Raya menunjukkan keseriusan menjadi tuan rumah Porprov Jatim 2029.

Tidak hanya menargetkan sukses penyelenggaraan, sinergi antara KONI Kabupaten Kediri dan KONI Kota Kediri juga diharapkan menjadi momentum memperkuat pembinaan olahraga, meningkatkan prestasi atlet daerah, serta memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi, pariwisata, dan olahraga di wilayah barat Jawa Timur. [nm/ian]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Respons Prabowo soal Warga NTB yang Belum Dapat MBG: Saya Minta Kesabaran
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani Tersangka Korupsi, Diduga Terima Upah Pungut Rp2,93 Miliar
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Fans Manchester City Cemas Haaland Sulit Dibendung, Inggris Diminta Waspadai Mesin Gol Norwegia
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Komjak Sebut Penunjukan Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus Bisa Bangkitkan Moral
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prof. Nyarwi: Penegakan Hukum Penting untuk Menjaga Kepercayaan Publik
• 23 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.