Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri (BSKDN Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengajak pemerintah daerah memperkuat inovasi sebagai fondasi untuk mewujudkan 'smart governance' yang berkelanjutan.
"Smart governance adalah kemampuan pemerintah mengambil keputusan berbasis data, mengintegrasikan lintas sektor, memperkuat partisipasi publik, memanfaatkan kecerdasan artifisial dan analitik data, serta membangun kolaborasi antarpemerintah dan multipihak," ujar Yusharto dalam keterangannya di Jakarta, melansir Antara, Sabtu (11/7/2026).
Advertisement
Pernyataan tersebut disampaikan saat Yusharto menerima penghargaan 'Excellence Leadership Innovation in Smart Governance for Urban Sustainability' pada ajang Anugerah Penghargaan Smart City, Innovation Construction & Sustainable Living 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Yusharto menegaskan konsep itu tidak boleh dipahami sebatas digitalisasi pelayanan publik atau penggunaan aplikasi pemerintahan.
"Tata kelola pemerintahan yang cerdas tidak hanya bertumpu pada pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan kebijakan yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis bukti (evidence-based policy)," papar dia.




