Bisnis.com, JAKARTA— PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menyuntikkan modal senilai Rp8,54 triliun ke PT Bali Media Telekomunikasi (BMT) melalui entitas anaknya, PT DSST Mas Gemilang (DSST).
BMT merupakan pemegang 24,56% saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL). Entitas tersebut kini berada di bawah Grup Sinar Mas setelah diakuisisi oleh DSSA.
Transaksi yang dilakukan pada 6 Juli 2026 itu ditujukan untuk memperkuat struktur bisnis, meningkatkan kapabilitas usaha, serta mempercepat integrasi ekosistem layanan digital.
“Perseroan, melalui DSST, melaksanakan transaksi ini sebagai inisiatif strategis untuk memperkuat struktur bisnis, memperluas kapabilitas usaha, dan menciptakan fondasi pertumbuhan jangka panjang yang kokoh,” dikutip dari keterbukaan informasi pada Sabtu (11/7/2026).
Lebih lanjut, penyertaan modal dilakukan melalui penerbitan 8.539.999.121 saham baru BMT dengan nilai nominal Rp1.000 per saham. Seluruh saham baru tersebut diambil oleh DSST sehingga nilai transaksi mencapai Rp8.539.999.121.000.
Sejalan dengan hal tersebut, Perseroan memandang perlu untuk DSST melakukan penguatan struktur permodalan pada BMT untuk memastikan tersedianya kapasitas pendanaan yang memadai.
Baca Juga
- Bali Media Umumkan Rencana Pengambilalihan, EXCL Jamin Operasional Normal
- Bali Media Telekomunikasi Umumkan Rencana Perubahan Pengendali Saham
- IHSG Dibuka Melemah 0,52% ke 5.842, Saham DSSA, BBNI hingga BBCA Kompak Merah
“Untuk meningkatkan fleksibilitas keuangan BMT, mendukung pelaksanaan strategi bisnis, investasi, kebutuhan modal kerja, dan berbagai proyek strategis yang sejalan dengan tujuan jangka panjang Perseroan,” tulis DSSA.
DSSA menyatakan transaksi memenuhi kriteria transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/POJK.04/2020. Nilainya mencapai sekitar 21,22% dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026, sehingga berada di atas ambang batas 20% namun tidak melebihi 50%.
Selain itu, transaksi juga dikategorikan sebagai transaksi afiliasi karena DSST dan BMT merupakan entitas anak perseroan yang secara langsung maupun tidak langsung dimiliki dengan kepemilikan efektif lebih dari 99%. Perseroan menyatakan transaksi tersebut tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK No. 42/POJK.04/2020.
Sebelum transaksi, modal ditempatkan dan disetor penuh BMT tercatat sebanyak 11.193.772.120 saham. Dari jumlah tersebut, DSST memiliki 11.193.772.119 saham atau 99,99%, sedangkan PT Sinarmas Sukses Sejahtera memiliki satu saham.
Setelah penyertaan modal, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh BMT meningkat menjadi 19.733.771.241 saham. Kepemilikan DSST bertambah menjadi 19.733.771.240 saham atau tetap sebesar 99,99%, sementara PT Sinarmas Sukses Sejahtera tetap memiliki satu saham.
Perseroan juga menyampaikan transaksi tersebut tidak memberikan perubahan terhadap posisi keuangan konsolidasian secara material. Berdasarkan laporan keuangan proforma, jumlah aset, liabilitas, dan ekuitas tetap sama sebelum maupun sesudah transaksi, demikian pula pendapatan usaha, laba kotor, laba sebelum pajak, serta laba tahun berjalan.





