Cek Khodam Tayang 16 Juli, Horor Komedi yang Sindir Fenomena Konten Hantu di Media Sosial

tabloidbintang.com
3 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Film horor komedi Cek Khodam produksi Dee Company siap tayang di bioskop mulai 19 Juli 2026. Dibintangi Jirayut dan Benidictus Siregar, Cek Khodam membuktikan bahwa kisah tentang makhluk halus tak selalu identik dengan suasana mencekam.

Dengan sutradara Jeropoint film ini justru lebih banyak mengundang gelak tawa dibanding teriakan ketakutan.

Sejak awal penayangan, berbagai adegan komedi berhasil memancing reaksi penonton. Puncaknya terjadi ketika lagu MBG (Mas Bahlil Ganteng) yang tengah viral tiba-tiba muncul dalam salah satu adegan.

Alih-alih menyuguhkan horor konvensional, Cek Khodam menghadirkan satire yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat.

Film ini mengangkat gagasan unik tentang makhluk halus yang mulai kehilangan pamor karena manusia masa kini lebih sibuk memikirkan cicilan, pekerjaan, dan tekanan hidup daripada merasa takut pada hantu.

Premis tersebut membuat dunia khodam dalam film digambarkan sedang menghadapi krisis eksistensi.

Pocong, genderuwo hingga noni Belanda tak lagi ditakuti, bahkan dimanfaatkan oleh tiga kreator konten sebagai bahan membuat video demi mengejar popularitas di media sosial.

Cek Khodam Tayang 16 Juli, Horor Komedi yang Sindir Fenomena Konten Hantu di Media Sosial

Ketiga karakter itu diperankan Saputra Kori sebagai Wira, Jirayut sebagai Sakti, dan Benidictus Siregar sebagai Bima. Mereka kompak mengejar perhatian warganet dengan memanfaatkan fenomena khodam yang sedang ramai diperbincangkan.

Film ini juga menjadi langkah baru bagi Jirayut yang untuk pertama kalinya dipercaya memerankan karakter utama di layar lebar. Penampilannya yang penuh energi dipadukan dengan gaya komedi yang natural menjadi salah satu kekuatan film.

Selain trio pemeran utama, Cek Khodam turut dimeriahkan Tante Lala, Kak Gem, Angie Williams, Fahira Almira, Roewina Umboh, Fanny Fadillah, Adi Sudirja, Ence Bagus, Sadana Agung, Cetul Leatherart, hingga Mikayla yang memperkuat dinamika cerita.

Jeropoint mengungkapkan ide cerita film ini lahir dari fenomena media sosial yang belakangan ramai membahas lokasi-lokasi angker sebagai konten hiburan.

"Ini viral di TikTok. Aku melihat sebuah ironi, dulu kita takut sama setan, tapi sekarang tempat yang ada setannya dibikin konten. Inilah yang menginspirasi jadi film horor komedi," ujar Jeropoint saat Gala Premiere Cek Khodam di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7).

Di balik komedinya, film ini juga menyisipkan pesan emosional tentang hubungan manusia dengan makhluk halus. Menariknya, justru para hantu yang digambarkan dilanda kecemasan karena keberadaan mereka semakin diabaikan manusia.

Perpaduan komedi, horor, dan sindiran sosial membuat Cek Khodam tampil berbeda dari kebanyakan film horor Indonesia. Dengan pendekatan yang segar, film ini menawarkan hiburan yang tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga mengajak penonton melihat fenomena media sosial dan budaya populer dari sudut pandang yang unik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Febrie Adriansyah Mundur, Eks Penyidik KPK: Polri Lebih Mudah Lakukan Pemanggilan
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Minyak Dunia Tergelincir, Brent Dijual USD76/Barel
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lensa Berbicara: Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
• 10 menit lalutvonenews.com
thumb
Momen Pelaku Penusukan Acak di Tangerang Ampun-ampunan saat Dibekuk Polisi
• 2 jam laludetik.com
thumb
Hadiri Penghormatan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei, Menlu Sugiono Bertemu Menlu Iran
• 12 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.