HARIAN.FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Bursa transfer Super League 2026/2027 kembali memperlihatkan pergerakan menarik. Kali ini, Persebaya Surabaya resmi memperkenalkan gelandang asal Brasil, Gledson Paixao, sebagai rekrutan anyar untuk memperkuat lini tengah Green Force. Kehadirannya bukan sekadar menambah kedalaman skuad, tetapi juga melanjutkan tren perpindahan pemain dari PSM Makassar ke Kota Pahlawan.
Setelah sebelumnya Persebaya lebih dulu mengamankan tanda tangan Alex Martins, kini Gledson menjadi nama berikutnya yang pernah merasakan atmosfer sepak bola Makassar sebelum memutuskan menerima tantangan baru bersama klub kebanggaan Bonek dan Bonita.
Bagi Persebaya, perekrutan ini memperlihatkan arah pembangunan tim yang semakin jelas di bawah komando Bernardo Tavares. Manajemen tidak hanya berburu pemain bertalenta, tetapi juga sosok yang telah mengenal karakter keras kompetisi sepak bola Indonesia sehingga proses adaptasi dapat berlangsung lebih cepat.
Gledson datang membawa pengalaman, kedewasaan, dan karakter pekerja keras yang selama ini menjadi identitas permainannya.
Pemain berusia 31 tahun tersebut menandatangani kontrak berdurasi satu musim dengan opsi perpanjangan. Meski baru resmi diperkenalkan, ia mengaku sama sekali tidak membutuhkan waktu lama untuk menentukan pilihan ketika tawaran dari Persebaya datang.
Baginya, kesempatan membela salah satu klub terbesar di Indonesia merupakan tantangan yang sulit ditolak.
“Saya adalah orang yang menyukai tantangan. Ketika kesempatan datang untuk bergabung dengan Persebaya, saya langsung menerimanya. Saya ingin menghadapi tantangan ini dan memberikan hasil terbaik bersama mereka,” ujar Gledson.
Pernyataan itu menggambarkan ambisi yang dibawanya ke Surabaya.
Ia tidak datang sekadar menjadi pelengkap skuad, melainkan ingin menjadi bagian penting dari proyek besar Persebaya yang musim ini secara terbuka memasang target bersaing dalam perebutan gelar Super League 2026/2027.
Yang menarik, keputusan Gledson menerima pinangan Green Force ternyata dipengaruhi oleh pengalaman yang pernah ia rasakan ketika masih berseragam PSM Makassar.
Saat menjadi tim tamu di Stadion Gelora Bung Tomo, ia merasakan langsung bagaimana tekanan ribuan Bonek dan Bonita mampu mengubah atmosfer pertandingan.
Suasana yang dahulu menjadi tantangan kini justru menjadi alasan kuat dirinya memilih mengenakan jersey hijau khas Persebaya.
Menurutnya, atmosfer Gelora Bung Tomo merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.
“Saya pernah bermain melawan Persebaya dan tahu betapa sulitnya bermain di hadapan suporternya. Atmosfer yang mereka ciptakan sangat luar biasa,” katanya.
Kini, tribun yang dulu meneror langkahnya justru akan menjadi sumber energi baru setiap kali ia turun ke lapangan.
Kesan positif itu semakin lengkap ketika ia tiba di Surabaya.
Gledson mengaku terkejut dengan sambutan hangat yang diberikan keluarga besar Persebaya, mulai dari manajemen, rekan setim hingga antusiasme para pendukung.
“Sambutannya luar biasa. Menurut saya, sulit meminta sambutan yang lebih baik dari ini. Saya benar-benar bahagia dengan cara saya diterima di sini,” tuturnya.
Di balik perekrutan ini, Persebaya jelas memiliki pertimbangan teknis yang matang.
Gledson dikenal sebagai gelandang bertahan dengan mobilitas tinggi, disiplin menjaga keseimbangan permainan, agresif dalam duel, dan memiliki kemampuan membaca arah permainan lawan.
Karakter tersebut menjadi elemen penting bagi tim yang ingin tampil konsisten sepanjang musim.
Tak hanya itu, fleksibilitasnya juga menjadi nilai tambah.
Selain beroperasi sebagai gelandang bertahan, pemain asal Brasil itu juga mampu dimainkan sebagai bek tengah apabila dibutuhkan.
Kemampuan bermain di lebih dari satu posisi memberikan banyak alternatif bagi Bernardo Tavares dalam merancang strategi menghadapi jadwal kompetisi yang padat.
Statistik musim lalu memperlihatkan kualitas tersebut.
Bersama PSM Makassar, Gledson tampil dalam 22 pertandingan dengan kontribusi satu gol dan satu assist.
Meski bukan pemain yang mencolok dalam urusan mencetak gol, perannya sebagai penjaga keseimbangan permainan membuat kontribusinya sangat terasa.
Ia juga mencatatkan persentase kemenangan duel bertahan sebesar 56,9 persen, sebuah angka yang menunjukkan konsistensinya dalam memutus serangan lawan sekaligus melindungi lini belakang.
Pengalaman bermain di Indonesia juga menjadi keuntungan tersendiri.
Berbeda dengan pemain asing yang baru pertama kali datang, Gledson telah memahami ritme kompetisi, karakter lapangan, cuaca, hingga gaya permainan klub-klub Super League.
Hal tersebut diperkirakan membuat proses adaptasinya bersama Green Force berlangsung jauh lebih cepat.
Bagi Persebaya, kehadiran Gledson melengkapi komposisi lini tengah yang musim ini memang menjadi salah satu fokus pembenahan.
Klub ingin memiliki keseimbangan antara kreativitas, kekuatan bertahan, dan pengalaman agar mampu bersaing menghadapi ketatnya persaingan Super League.
Ambisi itu juga sejalan dengan target pribadi sang pemain.
Gledson mengaku datang ke Surabaya bukan hanya untuk menjalani satu musim kompetisi, tetapi ingin menjadi bagian dari perjalanan Persebaya menuju prestasi yang lebih tinggi, terlebih klub tengah memasuki periode penting menjelang usia satu abad.
Menurutnya, target besar hanya bisa dicapai apabila seluruh pemain memiliki komitmen yang sama sejak masa persiapan hingga akhir kompetisi.
“Target kami jelas, yaitu bersaing di papan atas dan meraih sebanyak mungkin prestasi. Namun semua itu tidak datang begitu saja. Kami harus bekerja keras setiap hari agar bisa mencapai apa yang menjadi tujuan bersama,” tegasnya.
Di akhir perkenalannya, Gledson juga menyampaikan pesan khusus kepada Bonek dan Bonita.
Ia berharap dukungan luar biasa yang selama ini menjadi identitas Persebaya terus mengiringi perjuangan tim sepanjang musim.
“Saya berharap Bonek dan Bonita terus memberikan dukungan kepada tim. Dengan kebersamaan dan kerja keras, saya yakin kita bisa mencapai target-target besar yang sudah kami tetapkan musim ini,” pungkasnya.
Dengan bergabungnya Gledson Paixao, Persebaya tidak hanya mendapatkan seorang gelandang berpengalaman, tetapi juga sosok yang telah memahami kerasnya persaingan sepak bola Indonesia. Kehadirannya melengkapi deretan mantan pemain PSM Makassar yang kini memilih melanjutkan karier bersama Green Force, sekaligus mempertegas ambisi besar Persebaya untuk kembali menantang dominasi Persib Bandung dan bersaing dalam perebutan gelar Super League 2026/2027.





