China Larang Sementara Ekspor Bahan Baku Chip Usai AS-Iran Memanas

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi tabung gas helium. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - China mengumumkan larangan sementara ekspor helium, salah satu bahan baku untuk pembuatan chip, pada Jumat, karena kembali memanasnya konflik militer di Timur Tengah.

Konflik AS-Iran yang kembali muncul usai berakhirnya gencatan senjata dianggap China mengancam akan memicu kekurangan baru gas yang sangat penting untuk pembuatan chip.

Awal tahun ini, gempuran AS-Israel di Iran menyebabkan kekurangan helium, hingga mengganggu perusahaan-perusahaan AS di seluruh dunia, termasuk di Tiongkok. Industri AI semakin bergantung pada chip domestik untuk melatih dan menjalankan model AI. Helium sangat penting untuk manajemen panas dalam produksi semikonduktor.


Baca: Iran Akhirnya Sadar Punya Senjata Baru, Harga Minyak Bisa Panas Terus

"Larangan ekspor helium merupakan upaya nyata untuk melindungi pasokan domestik setelah konflik Iran kembali berkobar," kata Cory Combs, kepala riset rantai pasokan dan mineral penting di perusahaan riset kebijakan Trivium China, dilansir Reuters, Sabtu (11/7/2026), sebagaimana dilansir Reuters.

"Kabar baiknya adalah saya tidak mengetahui negara mana pun yang sangat bergantung pada impor helium dari China. Larangan ekspor mungkin berdampak pada skala kecil, tetapi seharusnya tidak menyebabkan kekurangan atau guncangan harga yang besar," tegasnya.

China sangat bergantung pada impor helium. Trivium memperkirakan bahwa impor tersebut mencakup sekitar 85% dari kebutuhannya.

Qatar - yang telah memasok lebih dari separuh impor helium China dalam beberapa tahun terakhir dan menyumbang sepertiga dari pasokan global - mengalami gangguan ekspor akibat serangan Iran sebelumnya, kata Combs.

Larangan helium adalah contoh terbaru dari upaya Beijing untuk mencegah kekurangan bahan-bahan penting di dalam negeri dengan membatasi ekspor. Mereka telah menerapkan langkah-langkah serupa pada bahan bakar, pupuk, dan asam sulfat.

Menurut Combs, perusahaan-perusahaan Tiongkok biasanya mengekspor sebagian helium dengan menjual kelebihan volumenya ke pasar Asia lainnya.

Baca: Ancaman Baru! Harga Barang-barang di RI & Tetangga Diramal Bakal Naik

Dengan kembali berkobarnya konflik di Timur Tengah yang meningkatkan risiko pasokan dan harga regional, Beijing berupaya mencegah perusahaan domestik mengekspor untuk mendapatkan keuntungan dan memperburuk lonjakan harga domestik.

Helium diekstraksi dari ladang gas alam dengan konsentrasi helium yang luar biasa tinggi dan tidak dapat diproduksi dengan cepat melalui proses industri lainnya.

Dalam pembuatan chip, teknologi ini digunakan untuk pendinginan wafer, etsa plasma, deposisi uap kimia, deposisi lapisan atom, dukungan litografi, dan deteksi kebocoran.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Intip Potensi Tokenisasi Aset Jadi Investasi Digital Masa Depan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 11 Juli 2026, Cek Lokasi dan Persyaratan
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Bandara SAMS Sepinggan Layani 2,39 Juta Penumpang pada Semester I/2026
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Resmi! Persija Lepas Ryo Matsumura, Catatan 35 Kontribusi Gol Tak Cukup Selamatkan Masa Depannya
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Pernyataan Berkelas Luis de la Fuente Usai Spanyol ke Semifinal, Prancis Langsung Dapat Peringatan
• 59 menit laluviva.co.id
thumb
Dinas Pendidikan Jatim Tegaskan MPLS Harus Bebas dari Perpeloncoan dan Bullying
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.