Topan Bavi mulai mendarat di Tiongkok bagian timur dengan membawa angin kencang. Ancaman topan itu memaksa jutaan orang harus mengungsi untuk berlindung.
Kantor berita resmi Xinhua, seperti dilansir AFP, Minggu (12/6/2026) melaporkan bahwa Topan Bavi mendarat sekitar pukul 23.20 Sabtu malam di Provinsi Zhejiang. Mengutip observatorium meteorologi, topan tersebut membawa pusaran angin dengan kecepatan hingga 144 kilometer per jam.
Topan Bavi diperkirakan akan terus bergerak ke arah barat laut sambil melemah. Sebelum mencapai Tiongkok, badai ini telah menghantam Taiwan bagian utara dan pulau-pulau terpencil di barat daya Jepang. Topan itu menumbangkan pepohonan dan menyebabkan puluhan ribu rumah kehilangan aliran listrik.
Cuaca ekstrem sendiri telah menimbulkan kerusakan parah di Tiongkok bagian selatan dan tengah minggu ini. Badai tersebut menewaskan sedikitnya 39 orang, menyebabkan puluhan sungai meluap, dan menjebol sebuah bendungan waduk.
Hingga Sabtu pagi, pihak berwenang telah mengevakuasi 1,72 juta orang ke tempat yang aman. Kegiatan belajar-mengajar, perkantoran, transportasi, dan aktivitas luar ruangan ditangguhkan. Selain itu, lebih dari 400 penerbangan dan puluhan jadwal kereta api di provinsi tersebut dibatalkan.
"Mobilisasi proaktif dan menyeluruh ini dilakukan tanpa menghemat tenaga maupun biaya, sepenuhnya untuk mengantisipasi skenario terburuk," kata pemerintah kota Wenzhou dalam sebuah pernyataan.
Tayangan dari CCTV menunjukkan para warga menggunakan balok kayu untuk memperkuat penutup besi toko mereka dan menempelkan selotip pada jendela. Bavi diperkirakan akan membawa hujan yang luar biasa lebat ke wilayah timur Zhejiang dan provinsi Fujian timur laut.
Di wilayah yang lebih utara, hujan deras memicu evakuasi lebih dari 100.000 orang dari rumah mereka di Beijing. Pemerintah setempat menyatakan bahwa debit pembuangan air dari Waduk Miyun di ibu kota telah ditingkatkan untuk menampung potensi banjir.
Media pemerintah juga melaporkan bahwa lebih dari 130.000 orang telah mengungsi dari rumah mereka di Fujian. Selain itu, serta sekitar 34.000 orang dievakuasi dari kawasan pesisir dan area berisiko tinggi di Shanghai.
(wnv/wnv)





